Mengurai Masalah Tanah Bali dengan Film Pendek Kampanye Lestari dalam Tradisi
Indonesia Corruption Watch (ICW) dan BaleBengong mengadakan peluncuran film pendek di Kulidan Kitchen and Space
TRIBUN-BALI.COM - Indonesia Corruption Watch (ICW) dan BaleBengong mengadakan peluncuran film pendek di Kulidan Kitchen and Space, Gianyar, Selasa 28 Maret 2023 kemarin.
Ada dua film yang diputar, pertama berjudul Anak Tiri di Tanah Sendiri garapan Puja Astawa dan kedua Galang Kangin garapan Niskala Studio.
Peluncuran film ini merupakan rangkaian dari kampanye Lestari dalam Tradisi yang mencoba mengangkat permasalahan tanah di Bali.
Film Anak Tiri di Tanah Sendiri yang disutradarai oleh content creator, Puja Astawa menceritakan soal sulitnya mengurus legalisasi tanah di Bali.
Hal ini terjadi karena ada praktik korupsi dan persengkokolan jahat yang dilakukan oleh oknum aparat desa dengan kerabatnya.
Adapun film Galang Kangin yang diproduksi oleh Niskala Studio menceritakan gambaran kehidupan warga Bali dengan pariwisata, dampaknya pada perempuan, privatisasi pantai, hingga krisis air di Bali.
Kedua film ini digarap dalam waktu kurang lebih satu bulan dengan asistensi dari sineas, Anggi Noen bersama ICW juga BaleBengong.
Prosesnya melibatkan aktor dan aktris lokal Bali serta dibuat dengan Bahasa Bali.
Film ini merupakan medium kampanye sekaligus sarana komunikasi untuk membahas masalah tanah, untuk itu dibuat sedekat mungkin melalui pendekatan dan cerita yang bernilai lokal.
Lebih dari 50 orang didominasi anak muda menonton peluncuran dua film pendek ini kemudian mengikuti diskusinya.
Sebelum pemutaran, mereka diajak menyampaikan kegundahan melalui melukis kaos dan totebag serta sablon cukil yang didampingi Gilang dan komunitas Disprint Kultur.
Cerita dari kedua film ini tidak lepas dari kisah nyata dan pengalaman warga Bali terkait tanah.
Di awal Januari 2023, ICW, BaleBengong, Kelompok Jurnalis Warga dan Filmmaker di Bali mengadakan diskusi terfokus untuk membincang masalah tanah di Bali.
Hasilnya sebuah inventarisir masalah tanah yang beragam.
Mulai dari masalah harga yang melambung, kesulitan warga Bali untuk membeli dan mempertahankan tanahnya hingga penurunan kualitas hidup masyarakat karena alih fungsi tanah.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.