Berita Gianyar
Sudah Ada 229 Warga Terjangkit, Dinkes Gianyar Kini Gencarkan Aktivitas Cegah DBD
Kasus DBD di Gianyar pada bulan Januari 2023 ada 83 orang, bulan Februari 2023 sebanyak 95 orang dan pertengahan bulan Maret 2023 sebanyak 51 orang.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, membuat Dinas Kesehatan Gianyar, Bali waspada demam berdarah.
Hal ini dilakukan dengan gencar menggelar sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk penyebab demam berdarah.
Sebab, per awal tahun 2023 ini, sejumlah warga di Gianyar telah terjangkit.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, Rabu 29 Maret 2023 membenarkan hal tersebut.
Kata dia, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia termasuk di Bali.
Hal itu dikarenakan vektor penyakit DBD nyamuk Aedes aegypty dan Aedes albopoctus masih banyak dijumpai di lingkungan sekitar di wilayah Bali, termasuk Gianyar.
"Kemajuan teknologi dalam bidang transportasi disertai mobilitas penduduk yang cepat, memudahkan sumber penularan dari tempat ke tempat lainnya. Saat ini seluruh wilayah mempunyai resiko untuk terjangkit penyakit DBD karena virus penyebab dan nyamuk penularnya masih ada, seperti di rumah-rumah maupun tempat-tempat umum," ujar Ariyuni.
Terkait kasus DBD di Gianyar, kata dia, menunjukkan angka fluktuatif.
Seperti pada Januari - Desember tahun 2022 sebanyak 597 orang dan di tahun 2023 jumlah kasus DBD pada bulan Januari 2023 sebanyak 83 orang, bulan Februari 2023 sebanyak 95 orang dan pertengahan bulan Maret 2023 sebanyak 51 orang.
Baca juga: Tangani Kasus DBD Dengan Metode Wolbachia, Badung Masih Tunggu Instruksi Kemenkes
"Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit DBD terus ditingkatkan dengan melibatkan lintas sektor dan masyarakat secara berkesinambungan dan terus menerus," ujarnya.
Adapun kegiatan pencegahan yang telah dilakukan adalah, dikeluarkannya Sae Sekda Gianyar 2023 tentang kewaspadaan peningkatan kasus penyakit DBD kepada Camat dan Kepala Desa/Lurah serta Kepala UPTD Puskesmas se- Kabupaten Gianyar.
Fogging fokus pada daerah indikasi yang ada kasus DBD.
Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) oleh Puskesmas dan Masyarakat.
Juga dilakukan abatisasi pada tempat penampungan air yang tidak bisa di kuras dan sosialisasi tentang pencegahan dan pengendalian penyakit DBD.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.