Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

372 Bencana Alam di Karangasem Pada Triwulan I 2023, Simak Apa Saja Itu

Tersebar di delapan kecamatan. Terbanyak yakni Kecamatan Bebandem, Kubu, Abang, Manggis, Karangasem, Rendang, Selat, serta Sidemen.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
ful
Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengatakan bencana alam di Kabupaten Karangasem didominasi pohon tumbang yang mencapai 220 kasus. Kemudian disusul tanah longsor sebanyak 72 kasus, kebakaran sebanyak 14 kasus, serta sisanya yakni banjir, angin kencang, Covid-19, dan hujan dengan intensitas tinggi. 

TRIBUN-BALI.COM - Terjadinya bencana alam di Karangasem mengalami peningkatan. 

Pada triwulan I 2023, kasus bencana alam sudah capai 372 kasus.

Tersebar di delapan kecamatan. Terbanyak yakni Kecamatan Bebandem, Kubu, Abang, Manggis, Karangasem, Rendang, Selat, serta Sidemen.

Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengatakan bencana alam di Kabupaten Karangasem didominasi pohon tumbang yang mencapai 220 kasus.

Kemudian disusul tanah longsor sebanyak 72 kasus, kebakaran sebanyak 14 kasus, serta sisanya yakni banjir, angin kencang, Covid-19, dan hujan dengan intensitas tinggi.

Baca juga: 38 Balita di Karangasem Terjangkit HIV / AIDs

Baca juga: WASPADA! 60 KK Warga Sega Karangasem Tinggal di Lokasi Rawan Bencana Alam, Simak Penjelasannya

Akses jalan di Dusun Pemuteran, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, sempat tertutup akibat luapan air sungai di Penyarinyan, Dusun Pemuteran, Jumat (24/2) pagi hari.

Kondisi tersebut sempat menghambat aktivitas masyarakat yang hendak akan melintas.

Akses jalan juga tertutupi lumpur pasir, yang mengakibatkan masyarakat di Br. Pemuteran tidak bisa lewat.

Masyarakat harus menunggu hujan reda serta air sungai surut.

Pemicunya karena hujan lebat menguyur sekitar Gunung Agung mulai pukul 09.00 WITA.

Kondisi ini mengakibatkan sungai tersebut meluap.
Akses jalan di Dusun Pemuteran, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, sempat tertutup akibat luapan air sungai di Penyarinyan, Dusun Pemuteran, Jumat (24/2) pagi hari. Kondisi tersebut sempat menghambat aktivitas masyarakat yang hendak akan melintas. Akses jalan juga tertutupi lumpur pasir, yang mengakibatkan masyarakat di Br. Pemuteran tidak bisa lewat. Masyarakat harus menunggu hujan reda serta air sungai surut. Pemicunya karena hujan lebat menguyur sekitar Gunung Agung mulai pukul 09.00 WITA. Kondisi ini mengakibatkan sungai tersebut meluap. (Istimewa)

"Bencana alam di Karangasem didominasi pohon tumbang, tanah longsor, dan kebakaran bangunan. Kejadiannya tersebar di semua kecamatan di Karangasem," kata IB Ketut Arimbawa, Kamis (30/3/2023) kemarin.

Bencana alam disebabkan beberapa faktor.

Satu diantaranya cuaca ekstrem beberapa bulan terakhir.

Angin kencang serta hujan deras dengan instensitas lama, berimbas pada pohon tumbang, longsor, kebanjiran, air laut pasang, gelombang tinggi, abrasi.

Kelalaian manusia jadi pemicu terjadinya kebakaran.

Jumlah warga yang terdampak akibat bencana alam sebanyak 107 kepala keluarga (KK) dan jumlah jiwa yang mengungsi sebanyak 29 orang.

Kerugian akibat bencana alam yang melanda Karangasem diperkirakan sudah mencapai Rp 3,1 milliar. Meliputi kerusakan rumah penduduk, pertanian, tempat ibadah (pura).

"Estimasi kerugian paling banyak di Kecamatan Karangasem sebanyak Rp 1,1 milliar lebih.

Disusul Kecamatan Kubu sekitar Rp 477 juta, Kecamatan Abang Rp 444 juta, Kecamatan Bebandem sebanyak Rp 428 juta, dan Kecamatan Manggis sekitar Rp 283 juta. Sisanya yakni Rendang, Sidemen," tambahnya.

Hujan deras disertai angin kencang, yang terjadi di Karangasem mengakibatkan pohon tumbang dan tanah longsor di beberapa titik, Senin (6/2/2023).

Tak ada korban jiwa dan luka saat kejadian.

Hanya puluhan bangunan mengalami kerusakan, serta mengakibatkan kerugian materi hingga jutaan rupiah.

Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengungkapkan, pohon tumbang terjadi di beberapa kecamatan di Karangasem.
Hujan deras disertai angin kencang, yang terjadi di Karangasem mengakibatkan pohon tumbang dan tanah longsor di beberapa titik, Senin (6/2/2023). Tak ada korban jiwa dan luka saat kejadian. Hanya puluhan bangunan mengalami kerusakan, serta mengakibatkan kerugian materi hingga jutaan rupiah. Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengungkapkan, pohon tumbang terjadi di beberapa kecamatan di Karangasem. (Istimewa)

Pejabat asal Singaraja ini, meminta dan mengimbau warga selalu waspada terhadap pohon tumbang dan tanah longsor.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved