Berita Karangasem
372 Bencana Alam di Karangasem Pada Triwulan I 2023, Simak Apa Saja Itu
Tersebar di delapan kecamatan. Terbanyak yakni Kecamatan Bebandem, Kubu, Abang, Manggis, Karangasem, Rendang, Selat, serta Sidemen.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Terjadinya bencana alam di Karangasem mengalami peningkatan.
Pada triwulan I 2023, kasus bencana alam sudah capai 372 kasus.
Tersebar di delapan kecamatan. Terbanyak yakni Kecamatan Bebandem, Kubu, Abang, Manggis, Karangasem, Rendang, Selat, serta Sidemen.
Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengatakan bencana alam di Kabupaten Karangasem didominasi pohon tumbang yang mencapai 220 kasus.
Kemudian disusul tanah longsor sebanyak 72 kasus, kebakaran sebanyak 14 kasus, serta sisanya yakni banjir, angin kencang, Covid-19, dan hujan dengan intensitas tinggi.
Baca juga: 38 Balita di Karangasem Terjangkit HIV / AIDs
Baca juga: WASPADA! 60 KK Warga Sega Karangasem Tinggal di Lokasi Rawan Bencana Alam, Simak Penjelasannya
"Bencana alam di Karangasem didominasi pohon tumbang, tanah longsor, dan kebakaran bangunan. Kejadiannya tersebar di semua kecamatan di Karangasem," kata IB Ketut Arimbawa, Kamis (30/3/2023) kemarin.
Bencana alam disebabkan beberapa faktor.
Satu diantaranya cuaca ekstrem beberapa bulan terakhir.
Angin kencang serta hujan deras dengan instensitas lama, berimbas pada pohon tumbang, longsor, kebanjiran, air laut pasang, gelombang tinggi, abrasi.
Kelalaian manusia jadi pemicu terjadinya kebakaran.
Jumlah warga yang terdampak akibat bencana alam sebanyak 107 kepala keluarga (KK) dan jumlah jiwa yang mengungsi sebanyak 29 orang.
Kerugian akibat bencana alam yang melanda Karangasem diperkirakan sudah mencapai Rp 3,1 milliar. Meliputi kerusakan rumah penduduk, pertanian, tempat ibadah (pura).
"Estimasi kerugian paling banyak di Kecamatan Karangasem sebanyak Rp 1,1 milliar lebih.
Disusul Kecamatan Kubu sekitar Rp 477 juta, Kecamatan Abang Rp 444 juta, Kecamatan Bebandem sebanyak Rp 428 juta, dan Kecamatan Manggis sekitar Rp 283 juta. Sisanya yakni Rendang, Sidemen," tambahnya.
Pejabat asal Singaraja ini, meminta dan mengimbau warga selalu waspada terhadap pohon tumbang dan tanah longsor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/uyjntegvrthntyjmnuykm.jpg)