Berita Klungkung
Dewan Ingatkan Perketat Pengawasan Proyek Pasar Tematik Semarapura
Komisi II dan komisi III DPRD Klungkung melakukan rapat koordinasi terkait dengan proyek pembangunan Pasar Tematik Semarapura
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Fenty Lilian Ariani
SEMARAPURA,TRIBUN-BALI.COM - Komisi II dan komisi III DPRD Klungkung melakukan rapat koordinasi terkait dengan proyek pembangunan Pasar Tematik Semarapura, Kamis, 6 April 2023.
Anggota dewan meminta pengawasan proyek tersebut lebih diperketat, agar tidak terjadi keterlambatan pengerjaan dan kualitas pengerjaan tetap terjaga.
Dalam rapat tersebut, dihadiri Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Klungkung, pihak UPT Pasar Klungkung, dan pihak konsultan perencana dan pengawas pada proyek Pasar Tematik Semarapura.
Pihak konsultan perencana dan pengawas sempat melakukan pemaparan terhadap desain dari Pasar Tematik Semarapura.
Didepan anggota dewan, dijelaskan nantinya desain dari proyek pasar senilai Rp58 miliar itu akan mengadopsi arsitektur lokal.
Misalkan dengan menghadirkan motif Kain Rangrang dan Wayang Kamasan khas Klungkung, pada interior maupun ekterior dari bangunan pasar.
Ketua DPRD Klungkung AA Gde Anom dalam rapat tersebut tidak mempermasalahkan masalah desain dari pasar tersebut.
Namun lebih menyoroti masalah pengawasan ke depan dalam pengerjaan pasar tematik tersebut. Ia tidak ingin kejadian pada pembangunan gedung perawatan Interna di RSUD Klungkung kembali terulang.
"Pengalaman pembangunan di RS (Gedung Perawatan Interna) mari kita jadikan pelajaran. Pengawasan harus dilakukan oleh orang-orang teknis," ungkap AA Gde Anom, Kamis, 6 April 2023.
Ia khawatir jika pengawasan lemah, nantinya pihak rekanan meminta perpanjangan berbulan-bulan karena molor. Serta berpengaruh pada hasil pengerjaan yang kurang baik.
"Kita profesional saja. Konsultan pengawas nantinya harus benar-benar ketat melakukan pengawasan," jelas AA Gde Anom.
Ketua Komisi II DPRD Klungkung I Nengah Aryanta juga sependapat dengan AA Gde Anom.
Menurutnya pasar merupakan tempat untuk memenuhi kebutuhan primer bagi masyarakat, sehingga pelaksanaan harus selesai tepat waktu.
"Pengawasan harus Intensif, sehingga bangujan selesai tepat waktu, berdaya guna, dan mencapai hasil yang maksimal. Ketika perencanaan bagus, pelaksanaan harus baik, dan pengawasan juga harus baik," tegas Nengah Aryanta.
Penurunan nilai proyek dari Rp70 miliar lebih, menjadi sekitar Rp58 miliar diharapkan tidak mengurangi kualitas pengerjaan dari bangunan Pasar Tematik tersebut.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.