Berita Bali

Wilayah Bali Sempat Diguyur Hujan, Ini Prakiraan Cuaca oleh BMKG Bali Jelang Perayaan Paskah

Wilayah Bali sempat diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir, ini penjelasan BMKG Bali soal prakiraan cuaca jelang perayaan Paskah.

Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Putu Kartika Viktriani
Pixabay
Ilustrasi - Wilayah Bali sempat diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir, ini penjelasan BMKG Bali soal prakiraan cuaca jelang perayaan Paskah. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Umat Kristiani akan segera merayakan Hari Raya Paskah yang jatuh pada Minggu, 9 April 2023. 

Tentunya beberapa hal perlu disiapkan dalam rangka menyambut kebangkitan Yesus Kristus ini, termasuk dari sisi cuaca. 

BMKG Bali telah memprakirakan cuaca jelang perayaan Paskah pada Minggu mendatang. 

Putu Agus Dedi Permana selaku Prakirawan cuaca mengatakan cuaca akan bersahabat meski akan ada potensi hujan. 

“Secara umum di wilayah Bali untuk prakiraan cuaca besok akan cerah berawan." terang Putu Agus Dedi Permana saat dihubungi Tribun Bali, 8 April 2023. 

"Tetapi akan ada potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang,” lanjutnya.

Potensi hujan diprakirakan akan terjadi di sebagian besar wilayah Bali, terutama di wilayah Bali bagian utara, tengah, dan timur. 

Untuk wilayah Denpasar sendiri secara umum juga akan cerah berawan, namun ada potensi hujan ringan yang berpeluang terjadi di sore hingga malam hari. 

Jika dilihat secara umum di wilayah Bali selama beberapa hari terakhir memang cuacanya cenderung tidak menentu. 

Baca juga: Hari Paskah, Gereja di wilayah Denpasar Barat Mendapat Pengamanan dari Petugas Gabungan

Terkadang hujan dan terkadang tidak hujan dalam satu harinya. 

Hal ini dijelaskan Agus karena wilayah Bali sendiri diprakirakan secara umum berada di musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. 

“Cuaca seperti ini akan berlangsung selama terjadinya musim peralihan." kata Agus.

"Musim peralihan akan berakhir ketika musim kemarau sudah akan terjadi di wilayah Bali,” tambahnya.

BMKG Bali sendiri sudah mengeluarkan rilis waktu pasti awal musim kemarau. 

Meski demikian, musim peralihan di wilayah Bali sendiri cukup bervariasi.

Diprakirakan beberapa wilayah di Bali sudah akan memasuki musim kemarau di Bulan April 2023. 

Wilayah yang kemungkinan akan memasuki musim kemarau lebih awal diantaranya di wilayah Karangasem bagian timur, pesisir Karangasem bagian selatan. 

Selain itu, sebagian wilayah Klungkung terutama di bagian selatan, sebagian wilayah Gianyar terutama di bagian selatan, dan Nusa Penida juga akan menjadi wilayah yang memasuki musim kemarau lebih awal. 

Sementara untuk wilayah paling terakhir akan memasuki musim kemarau yaitu wilayah Bali bagian tengah khususnya di sekitar Tabanan bagian utara. 

Ada juga wilyah Buleleng bagian selatan dan timur serta sebagian wilayah Bangli

Wilayah-wilayah ini akan memasuki musik kemarau sekitar Bulan Juni 2023 mendatang. 

Agus menuturkan masyarakat Bali saat ini masih perlu mewaspadai cuaca yang ada di wilayahnya. 

Bali diprakirakan akan tetap diselimuti potensi hujan yang disertai kilat atau petir dan angin dalam durasi singkat. 

Ini akan terjadi utamanya di wilayah Bali bagian utara, tengah, dan timur. 

Bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan, terutama di perairan selatan Bali diharapkan juga untuk tetap waspada. 

Gelombang laut di perairan selatan Bali diprakirakan akan mencapai ketinggian hingga dua meter. 

Masyarakat juga dihimbau untuk selalu mengikuti perkembangan cuaca atau iklim melalui kanal informasi BMKG.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved