Berita Karangasem

Kasus ODGJ di Karangasem Tembus Angka 1.107, Simak Pemicunya Berikut Ini

Penyebarannya di semua kecamatan. Seperti Kecamatan Bebandem, Abang, Sidemen, Karangasem, serta Kubu.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Saiful Rohim/Tribun Bali
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, mengungkapkan, kasus ODGJ di Karangasem turun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan hampir mencapai 400 kasus. Itu dikarenakan, yang bersangkutan rutin periksa di puskesmas, Rumah Sakit Umum Karangasem, serta RSJ Bangli. 

TRIBUN-BALI.COM - Kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Karangasem capai 1.107 orang.

Kasus ini turun, dibandingkan tahun sebelumnya (2017), yang hampir tembus angka 1.500 kasus.

Penyebarannya di semua kecamatan. Seperti Kecamatan Bebandem, Abang, Sidemen, Karangasem, serta Kubu.

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, mengungkapkan, kasus ODGJ di Karangasem turun dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan hampir mencapai 400 kasus. Itu dikarenakan, yang bersangkutan rutin periksa di puskesmas, Rumah Sakit Umum Karangasem, serta RSJ Bangli.

Baca juga: 1.385 WNA Miliki KTP-el Dengan Domisili Kabupaten Badung, Kok Bisa?

Baca juga: Pasca Hujan Deras Guyur Badung, Air Di Sungai Shortcut Canggu Meluap, Begini Kondisinya!

Penyebab yang bersangkutan ODGJ bervariatif. Satu diantaranya, lantaran faktor ekonomi, keluarga, sosial, hingga asmara.

Rata - rata orang gangguan jiwa di Karangasem masih remaja, dan beberapa sudah tua. Dari jumlah, beberapa ODGJ masih berkeliaran di jalan. Menganggu dan meresahkan masyarakat sekitar.

Terbaru 3 ODGJ diserahkan ke pemerintah daerah untuk dapat perawatan, dan pengobatan maksimal.

Dikarenakan dari pihak keluarga sudah tidak mampu merawat, serta menanggung biaya pengobatan.

Bersangkutan sudah dirujuk ke RSJ Bangli, untuk mendapat perawatan serta pengobatan maksimal sesuai prosedurnya.

"Penderita ODGJ berat tahun ini turun, dibandingkan tahun sebelumnya. Ini lantaran penderita ODGJ rutin berobat ke puskesmas, RSUD Karangasem, dan RSJ Bangli," ungkap I Gusti Bagus Bagus Pertama, Kamis (13/4/2023).

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, mengungkapkan, kasus ODGJ di Karangasem turun dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan hampir mencapai 400 kasus. Itu dikarenakan, yang bersangkutan rutin periksa di puskesmas, Rumah Sakit Umum Karangasem, serta RSJ Bangli.
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, mengungkapkan, kasus ODGJ di Karangasem turun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan hampir mencapai 400 kasus. Itu dikarenakan, yang bersangkutan rutin periksa di puskesmas, Rumah Sakit Umum Karangasem, serta RSJ Bangli. (Saiful Rohim/Tribun Bali)

Pejabat asal Sidemen ini mengaku, turunnya jumlah ODGJ di Karangasem karena aktifnya petugas medis memberi pengawasan dan pengobatan.

Selain melayani di puskesmas dan RSUD, petugas langsung ke rumah bersangkutan memberikan pengobatan."Kita punya petugas khusus ODGJ,"imbuh Pertama.

"Di RS Karangasem rencana akan menyiapkan ruangan khusus orang gangguan jiwa.

Dokter spesialis jiwa sudah ada di Karangasem, obatnya ada, tinggal ruangannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved