NOC World Beach Games 2023

Dapat Restu Koster, Timnas Sepak Bola Pantai Indonesia Gelar Persiapan Untuk ANOC WBG 2023

Dapat Restu Koster, Timnas Sepak Bola Pantai Indonesia Gelar Persiapan Untuk ANOC WBG 2023

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/Adrian
Provinsi Bali mengukir sejarah baru, setelah resmi didaulat menjadi tuan rumah 2nd ANOC World Beach Games 2023. Pesta olahraga dunia multi-events, yang menampilkan 1.554 atlet terbaik dunia dari lebih 100 negara. Dengan mempertandingkan 14 cabang olahraga, bakal memberi keseruannya di Pulau Dewata tahun depan. Game Operation World Beach Games Bali 2023, Richard Sam Bera, menyampaikan selain mengukir sejarah baru. Pelaksanaan WBG Bali 2023 juga, mengedepankan konsep unik dan menjadi event kelas dunia yang ramah lingkungan yang bakal disukseskan Komite Olimpiade Nasional bersama Kemenpora. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Timnas Sepak Bola Pantai Indonesia telah dipersiapkan untuk mengadapi event ANOC World Beach Games 2023 di Bali yang telah mendapat restu dari Gubernur I Wayan Koster

Sang Pelatih, Ida Bagus Mahayasa sengaja mempersiapkan jauh-jauh hari, bahkan setelah mentas di Piala AFC 2023 lalu pemain diinstruksikan untuk berlatih mandiri.

Latihan tersebut agar kondisi fisik pemain siap tampil bulan Agustus 2023 mendatang meski sebelumnya keberlangsungan WBG masih abu-abu setelah kejadian batalnya Piala Dunia U-20. 

"Untuk sekarang kami berlatih mandiri dulu, persiapan tetap kami lakukan setelah Piala AFC 2023," kata Mahayasa kepada Tribun Bali, pada Jumat 14 April 2023. 

Mahayasa saat ini menunggu arahan selanjutnya dari PSSI untuk program latihan serta seleksi pemain khusus untuk menyongsong ANOC WBG 2023.

Untuk sementara, pihaknya menyiapkan latihan dengan biaya mandiri. 

"Kami sekarang mengikuti arahan dari PSSI. Kami mencoba untuk menjaring pemain-pemain terbaik untuk masuk ke Timnas Sepak Bola Pantai," jelasnya.

Bahkan setelah kegagalan di Piala AFC 2023 kemarin, Mahayasa mengaku siap jika turun jabatan dan PSSI mencari pelatih lain maupun menggunakan jasa pelatih asing, atau dengan menambah jajaran kepelatihan.

"Tidak ada masalah. Misal terjadi seperti itu, ini kan event dunia, harus dipersiapkan dengan matang," ujar dia.

"Bisa menambah pelatih fisik, official, atau mencari pelatih kepala asing. Kami sekarang menyiapkan dulu nama-nama pemain agar tidak terkesan terburu-buru," imbuhnya.

Mahayasa mengaku hanya tidak ingin kejadian pembatalan Piala Dunia U-20 terulang kembali di WBG 2023 yang berujung pada kekecewaan atlet.

"Saya berharap tetap terlaksana. Kalau batal lagi kapan lagi ada Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah," tukasnya.

Lanjut dia, hal tersebut berdampak pada nasib aglet kedepannya, sebab setelah ANOC WBG 2023, Olimpiade 2024 Paris pun menanti. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved