Berita Klungkung
Keris Luk 5 Untuk Suwirta di Hari Puputan Klungkung
Ada hal menarik disela-sela peringatan Hari Puputan Klungkung ke-115 dan HUT Kota Semarapura ke-31, Jumat (28/4/2023).
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM- Ada hal menarik disela-sela peringatan Hari Puputan Klungkung ke-115 dan HUT Kota Semarapura ke-31, Jumat (28/4/2023).
Di halaman parkir Dinas Kebudayaan, Pasikian Prapen Pande Keris membuat keris khusus untuk Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Puri Klungkung.
Keris menjadi benda pusaka yang tidak bisa terlepaskan dari peristiwa heroik Perang Puputan Klungkung pada 28 April 1908.
Pada masa lampau, keris merupakan senjata utama bagi masyarakat hingga raja di Klungkung yang berjuang untuk menghadapi kolonial Belanda.
Namun seiring berjalannya waktu, keris tidak sebatas menjadi senjata. Namun menjadi pusaka dan menjadi simbol yang memiliki nilai serta filosofi bagi pemiliknya.
Bertepatan pada Peringatan Hari Puputan Klungkung ke-115 dan HUT Kota Semarapura ke-31, Jumat (28/4/2023), Pasikian Prapen Pande Keris Provinsi Bali membuat keris yang akan diberikan kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Puri Klungkung.
"Kami hadir di Semarapura Festival ini, untuk memberikan edukasi ke masyarakat bagaimana proses pembuatan keris. Kami juga ingin persembahkan sesuatu ke orang yang dihormati," ungkap Ketua Pasikian Prapen, Pande Nyoman Budiarta, Jumat (28/4/2023).
Dengan bertelanjang dada dan menggenakan kain berwarna merah di kepala, para pande keris ini bahkan langsung menempa besi untuk dijadikan keris di halaman Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung.
Bara api membuat mereka sangat bersemangat, untuk menghasilkan maha karya pada peringatan Hari Puputan Klungkung ini.
"Kami hari ini mulai melakukan pembuatan keris untuk Bupati Suwirta dan Pajenengan Puri Klungkung. Keris untuk Bupati Suwirta akan dibuat sesuai wuku kelahiran beliau dan kami upayakan selesai saat penutupan Semarapura Festival 2023," ujar Pande Nyoman Budiarta.
Sementara keris untuk Puri Klungkung akan dibuat lebih mengkhusus, karena akan dibuat duplikat pajenengan (pusaka) Puri Klungkung.
Pembuatan keris ini ditandai dengan prosesi menempa material awal besi, yang langsung dilakukan oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Penglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Semara Putra. Mereka menempa bara besi sebanyak 9 kali.
"9 kali tempaan ini, mengartikan kekuatan dari 9 penjuru mata angin. Ini juga diyakini menentukan kekuatan keris yang kami buat," jelas Pande Nyoman Budiarta.
Keris untuk Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ini, nantinya akan menggunakan luk (lekuk) 5 dengan pakem Pandawa. Keris Luk 5 ini memiliki simbol kehormatan dan pengabdian. Ini juga memiliki makna kekuatan dalam kepemimpinan.
"Semoga kedepannya, bupati juga tetap memikiki kekuatan dalam kepemimpinanya," harapnya.
Keris ini berbahan campuran besi, nikel dan baja. Besi merupakan hitam simbol Dewa Wisnu, Baja warna merah simbol dari Brahma, dan Nikel pada pamor keris warna putih simbol dari Siwa.
Sementara untuk panjang keris untuk Suwirta, dihitung sebanyak 15 ukuran jempol bupati asal Pulau Ceningan tersebut.
"Panjangnya 15 jempol, itu sekitar 30 cm. Nanti kami sesuaikan lagi," jelasnya.
Keris ini akan digarap Pasikian Prapen Pande Keris setiap hari di lokasi Semarapura Festival 2023. Setiap prosesnya bisa disaksikan langsung oleh masyarakat. Nantinya keris tersebut akan diserahkan, saat penutupan Semarapura Festival 2023 pada Senin (1/5/2023).
"Kalau keris duplikasi pajenengan Puri Klungkung, nanti pembuatannya akan membutuhkan waktu lebih. Karena pajenengan sifatnya sakral, kami menunggu pihak puri, keris seperti apa yang akan kami buat. Nanti kami identifikasi dulu, agar keris yang kami buat sesuai dengan pusaka Puri Klungkung," jelas Pande Nyoman Budiarta. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.