Percobaan Rudapaksa di Buleleng
Viral Video Dugaan Pelecehan dan Percobaan Rudapaksa di Buleleng, Diduga Dilakukan Oknum Dosen
Sebuah video dugaan pelecehan seksual dan percobaan rudakpaksa di sosial media yang diduga dilakukan oleh oknum dosen pada Jumat 5 Mei 2023.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
Viral Video Dugaan Pelecehan dan Percobaan Rudapaksa di Buleleng, Diduga Dilakukan Oknum Dosen
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Warganet dihebohkan dengan beredarnya video dugaan pelecehan seksual dan percobaan rudakpaksa di sosial media yang diduga dilakukan oleh oknum dosen pada Jumat 5 Mei 2023.
Video tersebut viral di sosial media Facebook dan Instagram, dan disebut-sebut terjadi di wilayah Buleleng.
Video berdurasi sembilan detik itu pertama kali diposting oleh akun instagram @aryulangun, lalu disebar luaskan oleh akun @jeg.bali, @punapisingaraja hingga @infosingaraja_news.
Video yang disebar merupakan hasil tangkapan kamera pengawas CCTV di sebuah rumah kos.
Terlihat seorang wanita tengah duduk di depan pintu kamar kos.
Lalu tiba-tiba wanita tersebut ditarik oleh seorang pria, seolah-olah memaksa agar wanita tersebut masuk ke dalam kamar kos tersebut.
Dari video tersebut terlihat, peristiwa itu terjadi pada Jumat 5 Mei 2023 sekitar pukul 01.15 Wita.
Akun tersebut kemudian membuat keterangan 'Rekaman CCTV pelecehan seksual & percobaan pemerkosaan oleh oknum dosen terhadap mahasiswinya. TKP Singaraja tanggal 5 Mei 2023 pukul 01.15 Wita'.
Selanjutnya akun tersebut juga menulis kronologi kejadian tersebut.
Baca juga: Aksi Anak SMA di Klungkung Rayakan Kelulusan, Geber Motor Hingga Freestyle
Dimana pada point satu tertulis mahasiswi membuat status tentang permasalahan hidup di WhatsApp.
Point dua sang dosen komen kemudian menawarkan solusi dan bertanya alamat, karena dosen ini terkenal baik dan perhatian terhadap anak didiknya, tanpa rasa curiga mahasiswi mengirim lokasi.
Poin tiga sesampainya di kos sang dosen malah meraba tubuh korban kemudian korban berlari membuka pintu dan kemudian keluar pintu.
Poin empat, sang dosen menarik paksa mahasiswi ke kamar dengan menarik bagian pinggang.
Poin lima, saking gemetar dan syok, mahasiswi takut berteriak dan hanya mampu melawan dengan mencoba keluar kamar. Poin enam, segala chat whatsapp dihapus oleh oknum dosen dan mahasiswi ini dipaksa untuk bungkam, jika tidak skripsinya akan digagalkan.
Poin tujuh, mahasiswi ini untung cerdas, dia sempat memotret dosen itu di kamar dengan sigap meminta rekaman CCTV.
Terakhir akun itu menulis 'Tolong bantu mahasiswi ini menemukan keadilan dan masa depan pendidikan nya. Jangan sampai dia gagal skripsi karna ancaman dosen tersebut padahal sudah jelas dia adalah korban pelecehan jika dilihat dari rekaman cctv yang ada'.
Kasat Reskrim Polres Buleleng: Kami Masih Cari Penyebar Video
Dikonfirmasi terkait adanya video viral ini, Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Picha Armedi mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan kasus pelecehan seksual maupun percobaan pemerkosaan dari seorang mahasiswi.
Pihaknya pun akan menelusuri orang yang pertama kali memviralkan video tersebut di sosial media.
Penelusuran ini dilakukan untuk mencari tahu lokasi dari kejadian tersebut, agar proses penyelidikan dapat dilakukan.
"Kami masih menghubungi orang yang menyebarkan video itu. Setelah itu nanti orang itu akan kami minta untuk menunjukan lokasi kejadiannya dimana apakah benar terjadi di Singaraja atau seperti apa. Setelah itu itu kami tentu akan melakukan pengecekan di TKP, rekaman kamera CCTV yang ada di TKP akan kami sita," singkatnya kepada Tribun-Bali.com.
Baca juga: Cemburu pada Mantan Pacar, Pelaku Rudapaksa Gadis 19 Tahun itu di Kantor, Videonya Viral
Sementara dikonfirmasi melalui WhatsApp, Ary Ulangun menyebut dirinya telah mengajak korban untuk melaporkan peristiwa ini ke Polres Buleleng.
Ary Ulangun mengaku menuliskan seluruh kronologi yang dialami oleh korban di sosial medianya, sebab korban sempat menceritakan peristiwa yang dialami kepada dirinya.
"Ya dia (korban,red) salah satu relawan saya dalam kegiatan sosial. Masih saya ajak bikin laporan di Polres," katanya. (rtu)
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Video-dugaan-pelecehan-dan-percobaan32.jpg)