Capres 2024

Cita-cita ART di Solo Terwujud, Punya Ijazah SMA Berkat Sekolah Virtual yang Digagas Ganjar Pranowo

Impian dua orang ART yang merantau di Solo ini akhirnya terwujud, bisa punya ijazah SMA berkat sekolah virtual yang digagas Ganjar Pranowo.

Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Impian ART yang merantau di Solo ini akhirnya terwujud, bisa punya ijazah SMA berkat sekolah virtual yang digagas Ganjar Pranowo. 

TRIBUN-BALI.COM, BOYOLALI - Inilah kisah inspiratif dari seorang asisten rumah tangga (ART) di Boyolali, Jawa Tengah yang punya mimpi untuk bersekolah dan miliki ijazah tingkat menengah atas.

Semua impiannya itu akhirnya terwujud berkat adanya sekolah virtual yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Kisah ini dialami oleh dua ART bernama Adek Wulandari Helmalia Putri dan Afriliya Iin Lestari.

Keduanya telah merasakan manfaat sekolah virtual di SMAN 1 Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Kedua siswa tersebut mulanya memilih merantau ke Solo untuk bekerja sebagai ART pada 2020.

Cita-cita mereka untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus SMP kandas karena keterbatasan biaya.

Orangtua mereka hanya bekerja sebagai buruh tani di desa.

Penghasilan yang didapat orangtua mereka hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Namun, berkat program sekolah tanpa sekat yang digagas Gubernur Ganjar, pintu masa depan Wulan dan Afriliya seolah terbuka kembali.

Baca juga: Ganjar Pranowo Bocorkan Kriteria Cawapres yang Cocok Temani Dirinya di Pilpres 2024

Keduanya pun dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka sebagai ART.

"Waktu lulus SMP itu, saya memilih bekerja jadi ART di daerah Solo, karena mau lanjut sekolah tidak ada biaya," kisah Afriliya.

Afriliya menuturkan, bekerja menjadi ART bukan pilihannya.

Sama seperti anak-anak seusianya, Afriliya juga ingin melanjutkan ke SMA.

Namun, kondisi ekonomi keluarga memaksanya harus merantau di kota tetangga.

"Alhamdulillah ada program sekolah virtual. Saya mendaftar gratis, malah dapat handphone dan kuota. Saya bisa sekolah sambil kerja," imbuhnya.

Tiga tahun telah ditempuh di sekolah virtual, kini Afriliya telah dinyatakan lulus sekolah.

Ijazah yang diterimanya pun sama seperti sekolah SMA reguler lainnya.

"Ijazah reguler, ya lulusan SMAN 1 Kemusu. Nantinya ijazah buat mencari pekerjaan yang lebih baik," paparnya.

Senada juga disampaikan Adek Wulandari Helmalia Putri.

Warga Desa Benteran Kecamatan Kemusu tersebut ingin bekerja di sebuah butik dengan modal ijazah tingkat SMA yang diperoleh dari sekolah virtual.

"Saya kerja jadi ART di Solo. Saya sekarang sudah lulus sekolah virtual yang digagas Pak Ganjar. Nanti ijazah buat ngelamar kerja di butik," paparnya.

 

Dia berharap, ijazah yang dimilikinya bisa menjadi bekal untuk membawanya ke kehidupan yang lebih layak. "Iya, buat kerja yang lebih baik untuk membantu orangtua," harapnya.

Sementara, Ketua Prorgam Kelad Virtual SMAN 1 Kemusu, Sri Subekti menuturkan bahwa sekolah virtual diperuntukkan bagi siswa yang kurang mampu, putus sekolah, terutama yang sudah bekerja.

"Sekolah virtual ini untuk membuka akses pendidikan bagi siswa kurang mampu yang sudah bekerja,"jelasnya.

Sistem pembelajarannya dilakukan jarak jauh menggunakan aplikasi Kelas Jateng dari Badan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPTIK) Provinsi Jawa Tengah.

"Kelas ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Jadi siswa itu bisa sekolah sambil bekerja," tuturnya.

Diketahui, Sekolah virtual telah dilaunching sejak 13 Oktober 2020 lalu. Tujuannya, untuk membuka lebar akses pendidikan bagi anak kurang mampu, putus sekolah, terutama yang sudah bekerja.

Dari data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, sekolah virtual diterapkan di dua sekolah, yakni SMAN 1 Kemusu Boyolali dan SMAN 3 Brebes.

Saat ini, total siswa sekolah virtual sebanyak 196. Dan, 68 siswa di antaranya dinyatakan lulus tahun ini.

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved