Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serba serbi

Apa yang Dilakukan Saat Pagerwesi? Berikut Persembahannya

Setelah merayakan Sabuh Mas, keesokan harinya disebut Pagerwesi yang jatuh pada Buda (Rabu) Kliwon Wuku Sinta.

Tayang:
Dok. Tribun Bali
Ilustrasi sembahyang - Apa yang Dilakukan Saat Pagerwesi? Berikut Persembahannya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah merayakan Sabuh Mas, keesokan harinya disebut Pagerwesi yang jatuh pada Buda (Rabu) Kliwon Wuku Sinta.

 

Pagerwesi ini dirayakan setiap enam bulan atau 210 hari sekali dan dilaksanakan hari ini, Rabu 24 Mei 2023.

Baca juga: Otonan Pagerwesi, Umur Capai 90 Tahun, Cekatan dan Cakap dalam Bekerja

Dalam lontar Sundarigama dijelaskan tentang Hari Raya Pagerwesi sebagai berikut.

 

Buda Kliwon, ngaran Pagerwesi, Sang Hyang Pramesti Guru, sira mayoga, kairing dening watek dewata nawasanga, gawerdiaken uriping sarwa tumitah, tumuwuh maring bhuana kabeh, irika wenang sang sedaka mengarga puja parikrama, pasang lingga, ngarcana padue Ida Betara Parameswara.

Baca juga: Perayaan Pagerwesi di Buleleng Berbeda dengan Wilayah Lain, Ini Penjelasannya

Artinya:

 

Pada hari Rabu (Buda) Kliwon wuku Sinta, disebut dengan Pagerwesi, saat hari raya ini yang dipuja yaitu Sang Hyang Pramesti Guru atau Siwa dan diiringi oleh Dewata Nawasanga.

 

Tujuannya yaitu untuk menyelamatkan segala makhluk yang lahir dan tumbuh di alam ini. 

Baca juga: Tradisi Mamunjung Saat Pagerwesi di Desa Adat Buleleng Semakin Berkurang

Oleh karena itu patutlah para sulinggih melakukan pemujaan untuk semua ciptaan Bhatara Prameswara.

  

Lebih lanjut dalak Lontar Sundarigama juga disebutkan upakara saat Pagerwesi ini.

 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved