Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

Pembangunan PLUT di Bangli Bali pada 2023 Belum Mencapai 100 Persen

Pembangunan gedung Pusat Layanan Umum Terpadu (PLUT) di Bangli Bali pada 2023 belum mencapai 100 persen.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Suasana di depan gedung PLUT di lahan eks kantor BPBD Bangli. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pembangunan gedung Pusat Layanan Umum Terpadu (PLUT) saat ini masih dalam proses pengerjaan.

Selain pembangunan gedung, pihak Dinas Koperasi, UMKM, dan Ketenagakerjaan Bangli juga bersiap menambah fasilitas parkir.

Pihak dinas juga bertahap ada tambahan dana untuk menyelesaikan pekerjaan hingga 100 persen.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Ketenagakerjaan Bangli, Ni Ketut Wardani menjelaskan kegiatan pembangunan gedung PLUT memanfaatkan dua sumber dana.

Diantaranya Dana DAK sebesar Rp 5,5 miliar dan APBD Bangli sebesar Rp 500 juta.

"Untuk pembangunan fisik kegiatannya sudah ada pemenang tender di awal Maret, dengan nilai kontrak sebesar Rp 4,550 miliar," ucapnya, Selasa 30 Mei 2023.

Sisa dana Rp 1,1 miliar pembangunan gedung PLUT dimanfaatkan untuk kegiatan tambahan.

Wardani mengatakan, sejatinya pemerintah pusat mengarahkan agar dana sisa tersebut dimanfaatkan untuk sarana prasarana (sarpras). 

"Tapi kita nego agar penataan di bale kambang (selatan pembangunan gedung PLUT) itu untuk parkir. Dari hasil diskusi, kami diberikan dana Rp 352 juta untuk tambahan parkir, dan sisanya untuk sarpras," jelasnya.

Baca juga: Gubernur Koster Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Rawat Inap RSU Bangli & Gedung PLUT

Lanjut Wardani, untuk kegiatan tambahan parkir di PLUT dilakukan tender kembali.

Rencananya parkir di bale kambang itu hanya sekitar 10 meter.

"Kenapa hanya sekian, karena biaya yang dibutuhkan tinggi untuk pemasangan dinding penahan tanah (DPT) hingga pengurukan," ucapnya.

Wardani menegaskan areal PLUT meliputi bangunan/lahan eks kantor BPBD Bangli hingga bale kambang, dengan total luas lahan 23 are.

Jumlah ini sesuai syarat yang diusulkan ke pusat untuk mendapatkan program PLUT, sebab syarat minimal luas lahan yakni 20 are.

Pihaknya berharap kedepan ada dukungan di APBD Induk 2024 seandainya tidak ada tambahan dana dari APBN.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved