Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

Gubernur Diminta Berikan Solusi Tepat Jika Pendakian Gunung di Bali Ditutup

Komang Kayun, guide jalur pendakian Temukus mengatakan, rencana pemerintah menjadikan gunung sebagai kawasan suci perlu dikaji ulang, ini alasannya.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Kartika Viktriani
Istimewa
Ilustrasi pendakian di Gunung Agung - Komang Kayun, guide jalur pendakian Temukus mengatakan, rencana pemerintah menjadikan gunung sebagai kawasan suci perlu dikaji ulang, ini alasannya. 

AMLAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Rencana Gubernur Provinsi Bali, I Wayan Koster, menjadikan gunung sebagai daerah kawasan suci dan tidak lagi dijadikan destinasi wisata mendapat respon dari guide (pemandu) lokal disekitar lereng  Gunung Agung.

Keputusan itu dianggap tak memihak terhadap pemandu.

Komang Kayun, guide jalur pendakian Temukus, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali mengatakan, rencana pemerintah menjadikan gunung sebagai kawasan suci perlu dikaji ulang.

Mengingat banyak masyarakat yang memiliki mata pencaharian di Gunung Agung.

Seperti guide yang jumlahnya mencapai puluhan orang

"Kalau seandainya aktivitas mendaki tak diperbolehkan, otomatis  puluhan guide akan menganggur. Saya tak punya mata pencaharian lain. Kalau memang ditutup, pemerintah (Gubernur) harus memberi solusi lain ke guide. Misalnya pemerintah memberikan 10 sapi untuk diternak," ungkap I Komang Kayun, Kamis 1 Juni 2023.

Mangku sapaan akrab I Komang Kayun tidak sepakat dengan rencana pemerintah.

Kebijakan itu dinilai sangat merugikan guide sekitar gunung.

"Jangan sampai menutup. Kebutuhan dapur untuk keluarga saya bersumber dari ini. Bayangkan berapa orang akan menjadi korban jika saya jadi pengangguran," imbuh Kayun.

Baca juga: Koster Bulatkan Keputusan Gunung di Bali Tak Boleh Ada Aktivitas Wisata Mendaki

Pihaknya berharap pemerintah hanya memperketat proses pendakian, namun jangan sampai menutupnya.

Sehingga guide sekitar lereng gunung tetap bisa beraktivitas guna memenuhi kebutuhan keluarga.

Seandainya tetap dipaksakan, banyak warga yang terancam akan tak terpenuhi kebutuhannya.

Tidak hanya itu, beberapa guide lain juga mengutarakan hal sama.

Pihaknya berharap ke pemangku kepentingan di Provinsi Bali untuk mengevaluasi rencana itu.

Mengingat banyaknya warga yang sumber kehidupannya bertumpu dari Lereng Gunung Agung.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved