Berita Karangasem

Hari Ketiga, Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Bugbug Karangasem Bali Belum Ditemukan

Hari ketiga pencarian nelayan hilang di Perairan Bugbug, Karangasem, Bali, belum ditemukan.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Hari ketiga pencarian nelayan hilang di Perairan Bugbug, Karangasem, Bali, belum ditemukan. 

AMLAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Tim Gabungan terdiri dari Pos SAR, BPBD, TNI AL, Satuan Pol Air (Polairud) Polres  Karangasem, dan Bakamla melakukan pencarian hari ke tiga terhadap nelayan asal  Bugbug, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, Bali, pada Selasa 13 Juni 2023.

Pencarian dilakukan sekitar Perairan Bugbug, Jasri, Seraya dan pesisir pantai.

Nelayan asal Desa Bugbug, Dewa Gede Puja, hilang di Perairan Bugbug, Kecamatan Karangasem, Bali pada Minggu 11 Juni 2023.

Bersangkutan dinyatakan hilang saat hendak membantu nelayan mendorong jukung menuju pantai.

Saat mendorong, tiba - tiba ombak besar menghantam dan menggulung korban terbawa arus hingga ke tengah laut. 

Koordinator Pos SAR Karangasem, Gusti Eka Ngurah Adnyana, mengungkapkan pencarian hari ke-3 dilakukan pukul 07.00 WITA hingga sore.

Belum ada tanda - tanda keberadaan korban.

Padahal petugas gabungan sudah menyisir perairan dari lokasi kejadian ke Jasri, Seraya, dan Perairan Wates, Antiga, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali.

"Tadi cuacanya tidak bersahabat. Gelombangnya lumayan besar, dan anginnya cukup kencang. Pencarian ditutup sore, rencananya akan dilanjutkan, Rabu 14 Juni 2023 pagi hari. Tim gabungan belum menemukan  tanda -  tanda  keberadaan," jelas Eka, pejabat asal Klungkung itu.

Baca juga: Tujuh Nelayan Terseret Ombak di Pantai Bugbug Karangasem Bali, Satu Orang Dinyatakan Hilang

Ditambahkan, tim gabungan mengerahkan satu boat, yakni boat milik Basarnas.

Pihaknya akan terus berupaya melaksanakan pencarian.

Harapannya, korban bisa segera ditemukan oleh petugas.

Pencarian korban rencananya dilakukan sampai hari ke tujuh sesuai standar operasional (SOP) yang sudah ditentukan oleh Basarnas.

Setelah itu pencarian tim dari Basarnas akan melakukan evaluasi, apakah pencarian akan ditutup atau tetap dilanjutkan.

Basarnas siap membantu  proses evakuasi seandainya target ditemukan.

"Semoga yang bersangkutan bisa ditemukan. Petugas tim gabungan sudah mengerahkan semua kekuatan mencari korban, hanya saja belum ada hasilnya. Tanda - tanda keberadaan target belum ditemukan. Kita akan terus berusaha," tambah Gus Eka sapaan akrabnya.

Untuk diketahui, tujuh nelayan asal Bugbug, Karangasem terseret ombak, Minggu 11 Juni 2023 dini hari.

Kejadiannya di sekitar Pantai Bugbug, Bugbug, Kecamatan Karangasem, Bali.

Enam nelayan dinyatakan selamat, sedangkan Dewa Gede Puja hilang terbawa arus ke tengah laut. 

Nengah Kantun, warga asli Bugbug berprofesi sebagai nelayan, mengungkapkan, peristiwa terjadi saat para nelayan turun melaut.

Korban bersama rekannya mendorong jukung  ke laut.

Ketika mendekati bibir laut, tiba - tiba ombak besar datang menghantam.

Nelayannya terseret, sedangkan beberapa jukung alami kerusakan.

"Kejadiannya dini hari. Cuacanya masih gelap. Ketika hendak dorong jukung, tiba-tiba ombak besar datang menghantam nelayannya. Ada tujuh orang, yang selamat enam orang dan satu orang hilang. Dikarenakan cuaca  gelap, para nelayan tidak melihat korban terseret. Baru diketahui setelah ombak reda," ungkap Nengah Kantun.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved