Kisah Inspiratif
NUNG Sisihkan Rp100 Ribu Per Hari, Lansia Penjual Kaca Mata Keliling Berangkat Ibadah Haji
Tokoh masyarakat Karangasem, I Gusti Made Tusan, juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan selama berada di Tanah Suci.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Raut wajah Ahmad Nung (75) tampak semringah, saat dirinya dipastikan akan berangkat untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Lansia asal Lingkungan Telaga Mas, Kelurahan Subagan sudah bertahun-tahun menabung demi bisa menggapai mimpinya tersebut.
"Saya senang sekali, bahagia karena akhirnya bisa berangkat naik haji," ujar Nung, Selasa (5/5/).
Perjuangan Nung untuk dapat naik haji tidaknya mudah. Ia harus menabung selama sekitar 20 tahun dari hasil berjualan kaca mata dan asesoris keliling, untuk biaya naik haji.
Baca juga: TARGET Terima 850 Mahasiswa Baru, IMK Singaraja Sesuaikan Daya Tampung Kampus di 18 Progdi
Baca juga: BANGKAI Rencana Dikubur Hari Ini, Paus Sperma Mati Usai Terdampar di Pantai Nusasari Jembrana
Nung berasal dari keluarga kurang mampu. Sejak berusia 15 tahun, ia mulai membantu ekonomi keluarga dengan jualan kaca mata keliling untuk sekadar makan dan minum.
Setiap hari ia berkeliling menjajakan kaca mata, ke berbagai tempat wisata di Karangasem. Beranjak dewasa, ia memiliki keinginan untuk dapat naik haji. Sehingga ia memiliki tekad untuk menabung.
“Setiap hari saya nabung untuk naik haji, kadang Rp100 ribu, kadang Rp200 ribu. Kalau dapat jualan, ya sisihkan. Kalau dapat jualan sedikit, tidak nabung. Jadi tergantung," ujarnya sembari tersenyum.
Meskipun harus menghidupi 7 orang anak, tekad Nung tidak surut. Ia tetap konsisten menabung, sampai cita-citanya bisa tercapai tahun ini. Ia juga tak menampik, jika ada andil anak-anaknya yang bisa membuatnya bisa berangkat haji tahun ini.
“Untuk bisa berangkat tahun ini, sebenarnya uangnya masih belum cukup. Untung ada anak dan ponakan yang bantu sedikit untuk biayanya,” ujarnya lirih.
Ia berharap tetap diberikan kesehatan selama menunaikan ibadah haji. Serta segala doa dan harapannya untik menjadi hani yang mabrur dapat tercapai.
“Semoga nanti anak-anak saya juga bisa menyusul untuk bisa berangkat haji,” harapnya.
Nung dan puluhan calon jemaah haji asal Karangasem, sempat juga bersilaturahmi ke kediaman tokoh masyrakat Karangasem, Gusti Made Tusan (GMT), Selasa (5/5).
Kasubag TU Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karangasem, H. Muhammad Syaid, menjelaskan awalnya terdapat 33 calon jemaah.
Namun, dua orang bergabung dari Denpasar, satu orang mutasi ke Jembrana, dan satu orang meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah jemaah asal Karangasem yang diberangkatkan tersisa 29 orang.
“Seluruh jemaah sudah diberikan dukungan penuh hingga keberangkatan ke Mekkah. Selain itu, ada enam orang pendamping yang akan mengantar hingga Surabaya,” ujarnya. (mit)
Jaga Kebersamaan Selama di Tanah Suci
| KISAH HARU Lansia Penjual Kaca Mata Keliling Asal Karangasem, Bertahun-tahun Nabung Demi Naik Haji |
|
|---|
| TAK Harus Jadi Pegawai Kantor, Kartini Muda Pilih Sawah dan Kembangkan Usaha Lewat Aplikasi BRImo! |
|
|---|
| KISAH Muhammad Nur Jabir, Pernah Ateis Hingga dapat Pencerahan di Sufi dan Kembali Memeluk Tuhan |
|
|---|
| KISAH Depot Betty Kembangkan Bisnis Keluarga ke Jaringan Kuliner, Tahan Banting 25 Tahun Bersama BRI |
|
|---|
| DARI Karyawan ke Pengusaha Derek, Kisah Gus Adi Jeli Tangkap Peluang Usaha dan Berkembang Berkat BRI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Calon-jemaah-haji-asal-Karangasem-Ahmad-Nung-saat-ditemui-di-kediaman-tokoh-masyarakat.jpg)