Berita Jembrana
Intensifkan Kring Serse dan Libatkan Peran Orang Tua, Polisi Petakan Kawasan Yang Rawan Jadi TKP
Intensifkan Kring Serse dan Libatkan Peran Orang Tua, Polisi Petakan Kawasan Yang Rawan Jadi TKP
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Fenty Lilian Ariani
NEGARA, TRIBUN-BALI.COM - Tindak kriminal pelemparan kaca bus di kawasan hutan cekik wilayah Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana sudah terjadi kesekian kalinya.
Satreskrim Polres Jembrana mengakui sudah ada empat informasi terkait peristiwa serupa.
Hanya saja, yang baru dilaporkan hanya satu kejadian saja dan tiga pelaku telah diamankan.
Untuk mengantisipasi hal serupa kembali terjadi di wilayah hukum Polres Jembrana kedepannya, polisi lebih mengintensifkan progran Kring Serse serta patroli di sekitar wilayah yang berpotensi rawan dari serangan serupa.
"Sampai saat ini informasinya sudah ada empat peristiwa. Tapi yang kemarin memang dilaporkan dan pelakunya sudah diamankan untuk pemeriksaan," ungkap Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Androyuan Elim saat dikonfirmasi, Selasa 13 Juni 2023 kemarin.
Dia mengakui, peristiwa ini memang meresahkan. Apalagi, dari tiga pelaku yang diamankan, dua diantaranya adalah remaja atau anak di bawah umur.
Sehingga, peristiwa ini harus menjadi pengawasan semua pihak, termasuk orang tua.
Kemudiaan pihaknya juga tengah melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi terutama kawasan sepi yang berpotensi bisa menjadi TKP pelemparan kaca bus.
"Selain pengawasan, kita juga mengintensifkan program Kring Serse yang memang sudah dilakukan selama ini. Program ini bertujuan mencegah dan menekan angka kriminalitas di wilayah kita Jembrana," tegasnya.
Disinggung mengenai sosialisasi dan edukasi kepada siswa di sekolah-sekolah yang ada di Jembrana, mantan Kanit I Satreskrim Polres Badung ini menegaskan edukasi dan sosialiasi terkait tindakan hukum sebagai upaya mencegah dan menekan angka kriminalitas dilakukan oleh anak siswa sekolah sudah dilakukan. Namun, yang lebih penting adalah peran serta orang tua untuk mengawasi pergaulan dan prilaku anaknya di rumah masing-masing.
"Apalagi saat ini sudah mulai libur sekolah. Biasanya anak-anak sekolah terutama remaja lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah selama liburan sekolah ini. Ini perlu kita antisipasi dan lakukan pencegahan jika memang melihat perilaku anak kita berbeda dari biasanya," terangnya.
Kemudian, kata dia, untuk kasus pelemparan kaca bus AKAP yang juga melibatkan dua orang anak di bawah umur atau remaja sudah ditangani. Saat ini masih pemeriksaan dari penyidik Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk.
"Para pelaku sudah diamanakan dan masih pemeriksaan. Kemudian juga masih lakukan pengembangan terkait kemungkinan adanya TKP lain yang dilakukan pelaaku sebelumnya," tandasnya.
Sebelumnya, tiga orang warga asal Kecamatan Melaya diamankan di Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk lantaran melakukan pelemparan kaca bus malam di kawasan hutan cekik Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Lingkungan Penginuman, Kelurahaan Gilimanuk, Selasa 13 Juni 2023 dinihari. Dari tiga pelaku, satu orang diantaranya orang dewasa dan dua diantaranya masih remaja (di bawah umur). Alasan para pelaku melakukan hal tersebut adalah karena merasa kesal diserempet oleh bus saat berpapasan sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kasat-Reskrim-Polres-Jembrana-AKP-Androyuan-Elim-saat-memberikan-keterangan.jpg)