Sponsored Content

STAHN Mpu Kuturan Luluskan 175 Wisudawan, Berikan Penghargaan Kepada Tiga Tokoh

STAHN Mpu Kuturan Luluskan 175 Wisudawan, Berikan Penghargaan Kepada Tiga Tokoh

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Fenty Lilian Ariani
ist
STAHN Mpu Kuturan Luluskan 175 Wisudawan 

TRIBUN-BALI.COM - Ratusan mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja diwisuda pada Jumat (16/6) di Hotel Banyualit, Kalibukbuk.

Wisuda juga dirangkaikan dengan kegiatan pemberian penghargaan kepada ketiga orang tokoh baik di bidang Pendidikan, Wariga dan Bahasa Bali.

Wisuda yang mengusung tema "Flame of Padmakara" yang berarti Nyala Cahaya ke Segala Penjuru ini meluluskan 175 mahasiswa.

Rinciannya, Jurusan Dharma Acarya mewisuda 81 orang mahasiswa, Jurusan Dharma Duta meluluskan 46 mahasiswa.

Jurusan Brahma Widya berhasil menghasilkan 8 mahasiswa, Jurusan Dharma Sastra membanggakan dengan 12 mahasiswa, dan dari program pascasarjana, 28 mahasiswa menerima gelar mereka sebagai pengakuan atas keunggulan akademik mereka.

Wisuda VI ini juga dihadiri langsung oleh Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, Prof. Dr. Drs. Nengah Duija, M.Si. Sedangkan dari PJ Bupati Buleleng diwakili oleh Asisten I Setda Buleleng, Putu Karuna, S.H.

Dalam kesempatan itu, Ketua STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja, Dr. I Gede Suwindia, M.A memaparkan selama tahun 2023 pembangunan infrastruktur terus dilakukan. Bahkan, pembangunan Gedung Perkuliahan Jurusan Brahmawidya dan Dharma Sastra sudah tuntas dilakukan.

“Kemarin kami juga sudah menuntaskan pembangunan Gedung Perkuliahan dan sudah diserahterimakan hasilnya. Secara akademik kami juga sedang mempersiapakan akreditasi dua prodi yaitu PGSD dan Pendidikan Agama Hindu,” kata Suwindia.

Selain meningkatkan pembangunan infrastruktur, Suwindia menyebut STAHN terus  berbenah di bidang pengembangan SDM, tata Kelola akademik. Pihaknya pun mengajak Umat Hindu di Nusantara untuk mempercayakan putra putrinya untuk kuliah di STHAN Mpu Kuturan.

Bahkan Untuk memastikan para alumni bekerja dimana pihaknya rutin melakukan tracer studi untuk mengetahui seberapa lama masa tunggu mereka mendapat pekerjaan. 

Sementara Dirjen Bimas Hindu, Nengah Duija menjelaskan STAHN Mpu Kuturan terus mengalami peningkatan baik pembangunan fisik maupun secara akademik.

Bahkan para lulusan yang dicetak memiliki peluang yang lebar dalam meniti karir.

Ia mencontohkan, kebutuhan akan Guru Pendidikan Agama Hindu maupun guru umum semakin tinggi, sehingga diyakini memiliki masa depan yang cerah.

Pasalnya kebutuhan akan tenaga pendidik terus berkembang seiring mensukseskan program pemerintah untuk Indonesia Emas 2045 mendatang.

Disinggung terkait dengan progress pembangunan, Duija menyebut jika usulan peningkatan Status dari Sekolah Tinggi menuju Insitut sudah sampai di MenPAN RB.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved