Berita Bangli

Ditemukan Bersimbah Darah, IMW Nekat Akhiri Hidup di Bangli, Diduga Depresi Karena Sakit Menahun

IMW nekat akhiri hidup di Bangli, sempat melakukan upaya yang sama sebelumnya, punya penyakit menahun

tribun bali/dwisuputra
Ilustrasi mayat - Ditemukan Bersimbah Darah, IMW Nekat Akhiri Hidup di Bangli, Diduga Depresi Karena Sakit Menahun 

Catatan Redaksi: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri, satu di antaranya adalah Hotline Kesehatan Jiwa RSD/RSJ terdekat.

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Seorang pria berinisial IMW ditemukan bersimbah darah di Bangli, Bali.

Pria 27 tahun itu nekat menggorok lehernya dengan pisau dapur, lantaran diduga depresi akibat sakit infeksi paru-paru yang tak kunjung sembuh.

Informasi yang dihimpun, peristiwa naas itu terjadi pada Jumat 23 Juni 2023 siang.

Berawal saat kakak ipar IMW yang bernama Ni Made membawakan makan serta obat-obatan ke kamar IMW.

Baca juga: Politisi Golkar Akhiri Hidup, Keluarga Bantah Isu Masalah Rumah Tangga, Sebut M Iqbal Sempat Sakit

Saat masuk ke kamar IMW, Made mendapati adik iparnya itu telah bersimbah darah di bagian leher.

Wanita 32 tahun itu juga mendapati sebilah pisau yang berada di sebelah kanan IMW.

Ketika itu IMW masih dalam kondisi sadar dan sempat berbicara ‘ngujang masih idup peragat naanang sakit, adenan be mati’ (buat apa masih hidup tapi menahan rasa sakit).

Mendapati hal tersebut, IMW kemudian dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan.

IMW selanjutnya dirujuk ke RSUP Prof dr IGNG Ngoerah (RSUP Sanglah) Denpasar, untuk mendapat tindakan operasi pada leher.

Kapolsek Kintamani, Kompol Ruli Agus Susanto saat dikonfirmasi Minggu 25 Juni 2023 membeberkan adanya kejadian tersebut.

Ungkapnya, pasca mendapat perawatan medis, pihak keluarga meminta pada rumah sakit agar IMW bisa dirawat jalan.

"Saat hari Sabtu (24 Juni 2023) siang, pihak keluarga mendapati kondisi IMW dalam keadaan setengah sadar. Hingga berselang sejam kemudian, saat dicek lagi korban sudah meninggal dunia, dan langsung dilaporkan ke Polsek Kintamani," sebutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved