Berita Bangli
10 SD di Bangli Tercatat Minim Calon Siswa Baru, Simak Beritanya
Dalam prosesnya hingga hari ke delapan, terdapat sejumlah SD yang tergolong minim mendapatkan siswa.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023, tingkat SD telah dimulai sejak 19 Juni.
Dalam prosesnya hingga hari ke delapan, terdapat sejumlah SD yang tergolong minim mendapatkan siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, Komang Pariarta menyebut, pihaknya sementara ini baru menerima data siswa baru dari sekolah-sekolah di dua kecamatan.
Yakni Kecamatan Tembuku dan Bangli. Sedangkan kecamatan lainnya masih berproses.
Dari dua kecamatan tersebut, lanjutnya, diketahui setidaknya ada 10 SD yang tergolong minim siswa.
Enam SD diantaranya ada di Kecamatan Tembuku, yakni SDN 4 Bangbang, SDN 3 Yangapi, SDN 4 Yangapi, SDN 2 Jehem, SDN 6 Jehem, dan SDN 7 Jehem.
"Sedangkan di Kecamatan Bangli ada empat SD yang minim siswa. Diantaranya SDN 4 Kawan, SDN 3 Tamanbali, SDN 2 Kayubihi, dan SDN 4 Kayubihi," sebutnya Selasa (27/6/2023).
Baca juga: Praperadilan Kasus Reklamasi Pantai Melasti, Hadirkan Ahli, Termohon Kembali Tunjukan Bukti
Baca juga: Kapolda Bali: Mutasi Ini Sudah Waktunya, Harapan Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra untuk Polda Bali
Baca juga: Tak Cukup Empat Mobil, Ditambah Lagi Dua Damkar, Restoran di Ubud Terbakar, Kerugian Capai Rp 1 M
Pariarta yang saat itu didampingi Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Bangli, I Wayan Gede Wirajaya mengatakan, pendaftaran di tingkat SD masih berlangsung hingga tanggal 5 Juli mendatang.
Mengenai minimnya pendaftar di beberapa sekolah, menurutnya hal ini tidak terlepas dari sebaran penduduk. "Bisa juga karena usia sekolah di wilayah tersebut sedikit," ucapnya.
Menyikapi sekolah yang minim siswa, Wirajaya menambahkan, pihaknya di Disdikpora akan berupaya melakukan komunikasi pada tokoh masyarakat setempat. Dengan demikian ada pemerataan dalam satu sekolah.
"Kami juga akan melakukan kajian untuk langkah selanjutnya, apabila dirasa perlu untuk dilakukan regrouping. Jika dalam satu wilayah ada dua sekolah berdekatan bisa saja dilakukan regrouping. Begitupun jika satu sekolah sama-sama sedikit siswa kemungkinan dilakukan regrouping," sambungnya.
Mantan Kepala Sekolah SMPN 7 Kintamani ini, juga menegaskan bahwa pendidikan untuk semua sekolah di Bangli sama rata. Tidak ada istilah sekolah favorit.
Ada sekolah yang minim siswa, namun adapula sekolah yang memiliki banyak siswa baru. Misalnya di SDN 5 Kawan. Sekolah yang berlokasi di Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai itu memiliki lebih dari 50 orang siswa yang telah mendaftar.
Kepala SDN 5 Kawan, Luh Putu Manika Hermayuni mengatakan setiap tahunnya cukup banyak siswa yang mendaftar di SDN 5 Kawan. Tahun lalu ada 56 siswa dan tahun ini hampir 60 orang siswa.
"Untuk pendaftaran melalui sistem zonasi. Jika zona 1 tidak memenuhi maka dilanjutkan ke zona 2 berikutnya zona 3. Untuk zona 1 SDN 5 Kawan mencakup lingkungan LC Aya," ucapnya.(mer)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/frbfn-ftgmrntfm.jpg)