Promo Produk

VIRAL di Media Sosial: Kesal Kerap Dikucilkan Warga, Pria di Ponorogo Tutup Jalan Pakai Tembok

Bukan tanpa alasan, aksi pemilik tanah yang diketahui bernama Bagus Robyanto itu bemula dari kekesalannya karena sering dikucilkan oleh warga setempat

Editor: Mei Yuniken
Kolase Kompas.com dan Tribunnews
VIRAL di Media Sosial: Kesal Kerap Dikucilkan Warga, Pria di Ponorogo Tutup Jalan Pakai Tembok 

TRIBUN-BALI.COMVIRAL di Media Sosial: Kesal Kerap Dikucilkan Warga, Pria di Ponorogo Tutup Jalan Pakai Tembok

Telah viral di media sosial aksi seorang pria di Ponorogo nekat menutup jalan pakai tembok beton.

Usut punya usut, jalan yang ditutupnya itu bukanlah jalan umum melainkan lahan pribadi miliknya sendiri.

Bukan tanpa alasan, aksi pemilik tanah yang diketahui bernama Bagus Robyanto itu bemula dari kekesalannya karena kerap kali dikucilkan oleh warga setempat.

Dilansir dari SuryaMalang, lahan pribadi yang sudah ditutup pakai tembok itu selama bertahun-tahun digunakan warga sekitar untuk jalan umum.

Akibat penutupan lahan pribadi oleh pemiliknya itu, ada 13 keluarga yang terjebak dan terisolasi tidak bisa keluar dari rumahnya.

Bagus Robyanto menembok jalan gang yang biasanya dilalui warga di RT 01/RW 07 Kelurahan Bangunsari, Jalan Gajah Mada, Ponorogo.

Ia menembok jalan gang yang melewati tanah hak miliknya lantaran kesal selama ini dia dan keluarga kerap dikucilkan warga sekitar.

Dalam video yang beredar, gang kecil yang berada di area komplek tersebut ditutup dengan tembok beton yang cukup tinggi.

Baca juga: VIRAL Remaja Tanpa Busana Ketahuan Mencuri, Sebelum Tertangkap Masih Sempat Mandi di Rumah Warga

Hal ini membuat 13 keluarga tidak bisa keluar masuk ke area rumahnya, karena sama sekali tidak bisa lewat.

Dilansir dari SuryaMalang dan Kompas.com, Bagus Robyanto mengatakan, warga sekitar meminta tanah dipecah sertifikat menjadi jalanan umum.

"Warga itu meminta untuk tanah yang telah sertifikat ini dipecah menjadi jalan umum, tapi tidak ada upaya yang baik," kata Bagus Robyanto.

Bagus Robyanto mengatakan, dirinya sejak beberapa tahun dikucilkan oleh warga-warga di gang tersebut.

Sehingga ia memutuskan untuk menutup gang dengan membangun tembok.

"Sudah jelas itu tanah hak milik, tiba-tiba diklaim jalan umum," tuturnya.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved