Berita Karangasem
Kembali Dugaan Infeksi Rabies, Bocah 8 Tahun Meninggal Dunia di Karangasem
Langkah ini bertujuan untuk pengurangan populasi. Dengan harapan jumlah anjing terjangkit rabies bisa berkurang.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - NA, bocah berusia 8 tahun asal Kec. Kubu, Karangasem meninggal di RSUD Karangasem, Kamis (6/7/2023).
Diduga bocah ini meninggal dunia karena terinfeksi rabies. Mengingat gejala yang dialami pasien, mirip dengan gejala rabies. Satu diantaranya mengeluarkan air liur dan gelisah.
Kabid Pelayanan RSUD Karangasem, Komang Wirya,membenarkan, adanya pasien yang meninggal dunia ini.
Pasien ke RSUD Karangasem dua hari lalu, dengan kondisi sudah gelisah serta terus mengeluarkan air liur.
"Masuk RSUD 2 hari lalu. Kemarin meninggal dunia kamis kemarin,"kata Komang Wirya, Jumat (7/7/2023) kemarin.
Baca juga: Mobil Hanyut! Sanggulan Dikepung Banjir Juga Sebabkan Rumah Roboh, Kejadian di Beberapa Daerah Marga
Baca juga: Jaringan Pipa PDAM Bangli Rusak Akibat Hujan Deras, Hanyut hingga Diterjang Longsor
"Kalau dilihat dari gejalanya seperti suspect rabies. Pasien memberontak, dan mengeluarkan air liur. Sekarang jenazahnya sudah dibawa ke Lombok. Ayah korban tinggal di Lombok,"jelasnya.
Pengakuan keluarga korban, kata Wirya, pasien sempat digigit oleh anjing peliharaannya dua bulan lalu.
Bersangkutan digigit di bagian kaki. Dari pihak RSUD Karangasem belum bisa pastikan kematian pasien.
Mengingat hingga kini tak dilakukan pemeriksaan detail. Kalau dilihat dari gejala suspect rabies.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Peternakan (DP3) Karangasem, Nyoman Siki Ngurah, membenarkan ada pasien meninggal dunia terindikasi rabies.
Tetapi pihaknya belum bisa memastikan apakah bersangkutan terjangkit rabies atau tidak. Mengingat hingga kini belum ada hasil medis yang mendiagnosa pasien.
"Tadi sudah ke rumah korban di Ban, Kecamatan Kubu. Dari keterangan keluarga, korban sempat di gigit anak anjing dua bulan lalu. Usia anak anjingnya baru 2 bulan. Induk sempat diberi vaksin oleh petugas,"imbuh Nyoman Siki Ngurah, Jumat (7/7/2023) siang kemarin.
Korban sempat memberitahu neneknya jika digigit anjing. Hanya saja nenek tak memberitahu pihak kesehatan jika cucunya digigit anjing, sehingga lambat mendapatkan VAR.
"Kasian anaknya. Seandainya saat digigit langsung melapor ke petugas, pasti langsung mendapat VAR,"tambah Siki, sapanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kasus-Rabies-di-Bali-Seorang-Bocah-Tewas-Suspek-Rabies.jpg)