Hujan Deras di Bali

Hujan Dua Hari, 52 Titik Bencana Terjadi di Bangli Bali, Simak Rinciannya Berikut Ini!

Hujan terjadi selama dua hari, 52 titik bencana terjadi di Bangli, simak rinciannya berikut ini!

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Kondisi palinggih di Pura Bukit Indrakila yang rusak akibat ditimpa pohon tumbang. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Hujan lebat yang terjadi sejak Kamis 6 Juli 2023 hingga Jumat 7 Juli 2023 berdampak pada musibah bencana alam di Bangli, Bali.

Bencana alam terjadi di puluhan titik yang tersebar di empat kecamatan di Bangli, Bali.

Sementara itu, jenis bencana lebih didominasi pohon tumbang dan tanah longsor

Data sementara yang dihimpun Tribun Bali di lapangan, dari empat kecamatan yang ada di Bangli, wilayah Kecamatan Tembuku paling banyak ditemukan titik bencana.

Sesuai rekapitulasi data per Sabtu 8 Juli 2023 pukul 13.00 WITA, bencana terjadi di 26 titik yang tersebar di lima desa diantaranya Desa Jehem 14 kejadian, Desa Tembuku 6 kejadian, Desa Undisan dan Desa Yangapi masing-masing 2 kejadian, serta Desa Bangbang dan Peninjoan masing-masing 1 kejadian. 

Sementara di Kecamatan Susut, berdasarkan data yang dihimpun tercatat ada 15 kejadian bencana hingga Jumat 7 Juli 2023.

Bencana tersebar di sejumlah desa, meliputi Desa Sulahan 4 titik, Desa Susut 3 titik, Desa Demulih, Selat, dan Apuan masing-masing 2 titik, serta Desa Tiga dan Abuan masing-masing 1 titik.

Menurut Camat Susut, I Dewa Putu Apriyanta dikonfirmasi Minggu 9 Juli 2023, jenis bencana didominasi pohon tumbang dan tanah longsor.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah selama dua hari terakhir.

Baca juga: Korban Longsor Bangli Ditemukan di Depan Pintu Kamar, Diduga Sempat Berupaya Selamatkan Diri

Namun demikian, dampak bencana menyebakan kerusakan fasilitas umum maupun milik pribadi.

"Kerusakan terparah adalah dampak bencana tanah longsor di kediaman I Wayan Artha, yang berlokasi di banjar Penglumbaran, Desa Susut. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 250 juta," ujarnya. 

Dewa Apriyanta menambahkan, sejak diketahui terjadi bencana, pihaknya bersama masyarakat dan institusi terkait sudah berupaya melakukan proses penanganan di beberapa titik.

Sementara Kecamatan Kintamani berdasarkan data sementara, bencana diketahui terjadi di tiga titik.

Camat Kintamani Ketut Erry Soena Putra menyebut, titik bencana paling parah terjadi di Pura Bukit Indrakila, di mana terdapat lima Pelinggih yang rusak akibat ditimpa pohon tumbang.

Diperkirakan kerugian materiil mencapai Rp 500 juta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved