Longsor Timbun Rumah di Bangli

Kisah Korban Longsor Bangli Ngungsi di Rumah Tetangga: Jelang Upacara Ngaben, Rumah Kena Longsor

Kisah korban longsor di Kabupaten Bangli, Bali yang mengungsi di rumah tetangga: jelang upacara ngaben, rumah malah diterjang longsor.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Kondisi kediaman Wayan Artha pasca diterjang longsor susulan. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Bencana longsor yang terjadi di Bangli, Bali, akibat hujan deras pada Kamis 6 Juli 2023, menerjang sejumlah rumah warga.

Besarnya dampak kerusakan ditambah kondisi cuaca yang masih turun hujan dan berpotensi menyebabkan bencana susulan, memaksa warga untuk mengungsi

Seperti yang dialami I Wayan Artha.

Warga Banjar Penglumbaran, Desa/Kecamatan Susut ini terpaksa ngungsi ke rumah salah satu warga, lantaran kediamannya tertimbun longsor pada Jumat 7 Juli 2023. 

Diungkapkan dia, musibah berawal saat dirinya baru pulang ke rumah dari lokasi pengabenan pada hari Jumat 7 Juli 2023 pukul 02.00 WITA.

Saat itu Wayan Artha tidak bisa tidur karena hujan yang lebat.

Ia mengaku beberapa kali mendengar suara gemuruh. 

"Saat itu hanya suara saja, tidak ada getaran. Hingga suara terakhir yang cukup keras, akhirnya saya bangun. Intuisi saya rumah ini tertimbun longsor. Benar saja saat saya cek, di depan pintu keluar sudah tertimbun tanah setengah pintu. Makanya saya (sempat) terjebak nggak bisa keluar," ungkapnya Minggu 9 Juli 2023.

Baca juga: Tim SAR Akhirnya Menemukan Korban Terakhir Tanah Longsor di Desa Tribuana Karangasem

Wayan Artha mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 5.00 WITA, dan pada saat itu lima anggota keluarga lainnya sedang terlelap tidur.

Ia kemudian bergegas membangunkan semua anggota keluarga, sebab hampir setengah rumah sudah tertimbun longsor.

"Menggunakan linggis dan alat seadanya, akhirnya kami berhasil menyelamatkan diri," kata dia bersyukur. 

Kondisi rumah yang mengalami kerusakan dan tidak mungkin ditempati, ditambah potensi bencana longsor susulan, memaksa Wayan Artha mencari tempat tinggal sementara.

Apalagi musibah ini bertepatan dengan dirinya yang akan melangsungkan upacara ngaben, yang dijadwalkan berlangsung tanggal 15 Juli 2023.

Beruntung salah satu tetangga menghubunginya dan membolehkan dia untuk tinggal sementara/ngungsi di rumah kontrakannya.

"Rumah ini sebenarnya sudah dikontrakkan sebagai warung. Oleh pemilik kontrakan maupun yang ngontrak, saya dibolehkan memakai tempatnya satu sampai dua bulan tanpa dibebani biaya kontrak, dengan alasan kemanusiaan," ucap pria yang juga Kelihan Banjar Adat Penglumbaran ini. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved