Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serba serbi

Baik Buruknya Hari 17 Juli 2023 Menurut Kalender Bali, Baik untuk Membuat Pancing

Senin 17 Juli 2023 adalah Senin Wage wuku Julungwangi menurut kalender Bali.

Dok. sasint via Pixabay
Ilustrasi memancing - Baik Buruknya Hari 17 Juli 2023 Menurut Kalender Bali, Baik untuk Membuat Pancing 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Senin 17 Juli 2023 adalah Senin Wage wuku Julungwangi menurut kalender Bali.


Di mana menurut kepercayaan masyarakat Bali, setiap hari memiliki baik dan buruk atau ala ayuning dewasa.


Hal ini karena dipengaruhi oleh beberapa hal, termasuk kala saat hari tersebut.

Baca juga: Senin Paing Warigadean, Baik Buruknya Hari Ini 10 Juli 2023, Tidak Baik Melakukan Upacara Pernikahan


Oleh karenanya, setiap akan melaksanakan kegiatan tertentu mulai dari yadnya dan segala jenis pembangunan perlu memperhatikan ala ayuning dewasa.


Karena dipercaya, jika melakukan sesuatu tanpa didasari oleh dewasa akan mengganggu kehidupan, terjadi hal yang buruk, atau bahkan ada yang percaya akan menjadi penyebab kematian.


Untuk Senin 17 Juli 2023, inilah ala ayuning dewasa menurut kalender Bali.

Baca juga: Baik Buruknya Hari 8 Juli 2023 Menurut Kalender Bali, Tak Baik untuk Menikah dan Berbelanja


Babi Turun, baik untuk memasang sesirep. 


Catur Laba, baik untuk bepergian menuju arah utara, upacara Manusa Yadnya, dan Pitra Yadnya.


Kala Caplokan, baik untuk membuat alat-alat penangkap ikan seperti pancing (kail), jala, jaring, bubu, bahan untuk umpan. 

Baca juga: Minggu Umanis Warigadean, Baik Buruknya Hari Ini 9 Juli 2023, Tidak Baik Mengatapi Rumah


Kala Rumpuh, tidak baik untuk pindah rumah, memulai memelihara ayam, itik, sapi, kerbau, kambing, babi (ternak). 


Kala Temah, tidak baik untuk dewasa ayu


Kala Upa, baik untuk memulai mengambil/memelihara ternak (wewalungan). 


Kaleburau, tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. 

Baca juga: Rabu Paing Wariga, Baik Buruknya Hari Ini 5 Juli 2023, Tidak Baik Membangun dan Mengatapi Rumah


Tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben.


Karnasula, baik untuk membuat kentongan, bajra, kendang, kroncongan (denta sapi dari kayu) dan sejenisnya. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved