Berita Bali

Untuk Tingkatkan APBD Bali, Koster Minta ITDC Bayar Sewa Lahan Cash Rp 830 Miliar Tahun Ini

Untuk Tingkatkan APBD Bali, Koster Minta ITDC Bayar Sewa Lahan Cash Rp 830 Miliar Tahun Ini

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/ Ni luh Putu Wahyuni Sari
Gubernur Bali, Wayan Koster buka suara Defisit Rp 1,9 Triliun melalui Rapat Paripurna DPRD ke-28, Senin 17 Juli 2023. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan saat ini pihaknya sedang memproses kembali kerjasama dengan pihak ketiga penggunaan lahan di Nusa Dua.

Luas tanah dengan jumlah 39,8 hektare sebelumnya sudah di appraisal sebesar Rp 7 miliar pertahun, sementara itu untuk saat ini harga sewa pertahunnya menjadi Rp 51 miliar. 

“Dan harus dibayarkan didepan. Selama 16 tahun dengan pertahun Rp 51 Miliar lalu dikali 16 tahun itu Rp 830 miliar harus dibayar didepan sekaligus,” jelas, Koster saat Rapat Paripurna DPRD Bali ke-28, Senin 17 Juli 2023. 

Ia pun membeberkan apa alasannya meminta pihak penyewa lahan agar membayar sekaligus karena sertifikat diatas lahan dijadikan jaminan untuk pinjaman uang pada Bank Bangkok.

Menurut Koster penyewa lahan mendapatkan uang cash setelah meminjam maka dari itu, ia tidak menerima jika penyewa lahan akan menyicil pembayaran sewa lahan ITDC.

Ia pun sudah memanggil Ketua Direksi dari penyewa lahan tersebut. Hingga timbulah kesepakatan penyewa lahan harus membayar sekaligus. 

“Mudah-mudahan ini sedang berproses semoga Agustus Rp 830 miliar ini terealisasi. Kalau Rp 830 teralisasi maka hitungan saya itu akan dijadikan penambahan penyertaan modal di BPD Rp 600-650 miliar,” imbuhnya. 

Baca juga: ISU Teco Gantikan Luis Milla Muncul, Simak Transfer Pemain Asing Selama Liga 1 2023-2024


Menurut Koster, BPD adalah badan usaha yang sangat sehat dan dapat memberikan feedback deviden hingga 20-25 persen dari total penyertaan saham.

Bali saat ini dikatakan Koster memiliki saham penyertaan modal Rp 600 miliar lebih dan feedbacknya mencapai Rp 140 miliar pertahun.

Sehingga menurut perhitungan Koster, jika ditambah sebanyak Rp 600 miliar feedback dari saham akan bertambah sebanyk Rp 140 miliar pertahun dan angka itu pasti. 

“Ini yang akan saya pakai 140 miliar ini untuk membayar pengganti potongan dana alokasi umum (DAU) akibat pinjaman PEN daerah Rp 1,5 triliun dan 1 tahun itu hampir Rp 188 miliar kita punya pendapatan yang fiks Rp 140 miliar. Selisih lagi Rp 40 miliar,” paparnya. 

Angka tersebut diartikan Koster bahwa ketika Bali menghadapi kondisi viskal yang buruk, skema perhitungn sudah dihitung dengan cermat.

Bali memiliki uang yang akan bertambah pada penyertaan di BPD hampir Rp 1,5 triliun san terus berjalan tidak akan hilang.

Sehingga jika ini berjalan sesuai skenario penyertaan modal di BPD akan bertambah, uang yang bertahan sampai bertahun-tahun akan didapatkan tambahan Rp 140 miliar pertahun. 

“Ini aljabarnya, yang kedua adalah kerjasama kawasan pusat kebudayaan Bali dengan pihak ketiga maka dibentuk (persaroda) banyak investor yang mau kita punya lahan yang dibebaskan dan sudah dimatangkan sudah sangat rapi banyak yang berminat,” urainya. 

Kawasan Nusa Dua Bali yang luasnya 334 hektar itu zona penunjangnya sekitar 150 hektar itu adalah zona komersial yang akan di kerjasamakan dengan pihak ketiga saat ini banyak yang berminat namun Koster ingin itu agar berjalan dengan baik. (*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved