Berita Bali

Koster Klarifikasi Defisit Keuangan Pemprov Rp 1,9 Triliun : Yang Bikin Salah Aljabar

Koster Klarifikasi Defisit Keuangan Pemprov Rp 1,9 Triliun : Yang Bikin Salah Aljabar

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/ Ni luh Putu Wahyuni Sari
Gubernur Bali, Wayan Koster buka suara Defisit Rp 1,9 Triliun melalui Rapat Paripurna DPRD ke-28, Senin 17 Juli 2023. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Setelah keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dikabarkan ambruk karena alami defisit hingga Rp 1,9 triliun, Gubernur Bali, Wayan Koster buka suara.

Melalui Rapat Paripurna DPRD ke-28, Senin 17 Juli 2023 Koster menyampaikan postur APBD Bali Tahun 2023.

Selain karena pemberitaan media isu keuangan Pemprov Bali alami defisit Rp 1,9 triliun terdapat juga pandangan fraksi DPRD Bali terkait hal tersebut. 

“Izinkan saya menyampaikan mengenai postur APBD Bali Tahun 2023 tolong didengar dan dicatat dengan baik agar tidak salah mencatat dan mendengar, terutama kawan-kawan media,” jelasnya. 

APBD Bali pada Tahun 2023, berisi target pendapatan daerah sebesar Rp 6,9 Triliun, terdiri dan bersumber dari pendapatan asli daerah Rp 4,7 triliun dana transfer dari pusat 2,1 triliun.

Belanja daerah ditetapkan Rp 7,9 triliun atau tepatnya Rp 7,88 triliun ada belanja operasi Rp 4,5 triliun, belanja modal Rp 1,4 triliun, belanja transfer ke Kabupaten Kota Rp 1,9 triliun dan yang lain-lain. 

Dari struktur pendapatan daerah Rp 6,9 triliun dan belanja daerah Rp 7,9 triliun terdapat perencanaan defisit Rp 1,0 triliun ini untuk menyusun agar neracanya seimbang.

Sementara itu perkiraan realisasinya pendapatan asli daerah targetnya Rp 4,7 triliun sampai tanggal 14 Juli realisasinya sudah mencapai Rp 2,388 triliun atau sekitar Rp 2,4 triliun atau jika dipersenkan sudah lebih dari 50 persen.

Baca juga: Kunci Jawaban Matematika Kelas 8 Semester 1 Halaman 56 57: Menentukan Posisi Titik Koordinat


“Pendapatan yang terbesar adalah dari pajak kendaraan bermotor yang realisasinya sudah mencapai 57 persen, dan beabalik nama kendaraan bermotor untuk kendaraan yang baru itu mencapai 96 persen. Ini menunjukan perekonomian Bali sudah pulih karena makin banyak orang beli mobil,” imbuhnya. 

Sementara pendapatan harian dari Bulan Januari-Juni itu perhari Rp 14,5 Miliar kemudian naik pada Bulan Juli menjadi Rp 16 Miliar perhari.

Kalau dihitung sampai 14 Juli kita masih punya waktu Agustus-Desember 5 bulan dikali 30 hari rata-rata 150 hari ditambah 16 hari bulan Juli jadi 166 hari.

Selama 166 hari jika asumsinya mengalami stagnan pendapatnya perhari Rp 16 Miliar dikatakan Koster akan berpotensi mendapatkan Rp 2,6 triliun.

Perhari ini Bali sudah mendapatkan hampir Rp 2,4 triliun ditambah Rp 2,6 ttiliun itu berpotensi mencapai Rp 5 triliun artinya melebihi target dari Rp 4,7 triliun.

Ini baru bersumber dari PKB dan BBNKB belum bersumber dari yang lain.

Pendapatan dari dana transfer Rp 2,1 trilun dari APBN dikatakan Koster pasti akan teralisasi. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved