Bali United
Status Bali United Tandang Lawan Arema FC Meski Main di Stadion Dipta, Ini Peringatan Erick Thohir
Status Bali United Tandang Lawan Arema FC Meski Main di Stadion Dipta, Ini Peringatan Erick Thohir
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
Bahkan, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir telah memberikan peringatan keras menyusul kejadian kerusuhan yang melibatkan suporter PSM Makassar dan Persik Kediri.
Kerusuhan di Stadion Brwijaya Kediri saat laga antara Persik Kediri dengan Arema sampai ke telinga Erick Thohir.
Saat itu ada oknum Aremania yang menyusup awayday ke Stadion Brawijaya dengan modus tanpa atribut.
Begitupula saat laga tuan rumah PSM Makassar menghadapi Dewa United di Stadion BJ Habibie Parepare.
Justru kerusuhan melibatkan sesama pendukung tim tuan rumah PSM Makassar yang terlibat keributan di dalam stadion.
Erick pun mengingatkan kembali, bahwa suporter harus mentaati peraturan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kejadian tersebut.
"Ada kerusuhan suporter di Persik dan Arema. Suporter tamu yang jelas-jelas sesuai dengan kesepakatan FIFA dengan pemerintah Indonesia bahwa tidak boleh datang ke kandang lawan. Akhirnya terjadi perkelahian,” Tegas Erick Thohir saat ditemui di Bali United Training Center.
Di awal masa jabatannya, Erick Thohir menggandeng suporter untuk menjadi bagian dari perubahan sepak bola Indonesia.
Baca juga: Rekap Hasil Liga 1 2023 Pekan ke-3: Bali United dan Persija Raih Kemenangan Perdana, PSM Terpuruk
Terlebih pasca Tragedi Kanjuruhan, perkembangan sepak bola Indonesia terus dalam pantauan FIFA.
“Jangan lupa peristiwa Kanjuruhan belum selesai. FIFA ini baru memantau Indonesia dua tahun. Makanya tidak boleh ada suporter dari tim tamu," tandasnya.
Erick Thohir menjelaskan, bahwa PSSI perlu waktu untuk melakukan transformasi sepak bola Indonesia, oleh karenanya, ia meminta suporter untuk mematuhi regulasi untuk sama-sama membangun sepak bola tanah air.
Dia pun menambahkan bahwa hukuman pasti akan menanti suporter yang melanggar peraturan yang diterapkan PSSI maupun PT. Liga Indonesia Baru (LIB).
“Ketika berbicara situasi di lapangan, saya memahami suporter juga perlu waktu untuk mengerti. Kalau terus menerus seperti ini dan tidak ada introspeksi dari suporter kita, percaya sama saya akan dihukum,” pungkasnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.