Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kunjungan ke Museum Bank Indonesia, Melihat Sejarah Mata Uang

Kunjungan ke Museum Bank Indonesia, melihat sejarah mata uang di Indonesia.

Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Arini Valentya Chusni
Museum Bank Indonesia menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang merupakan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal, dan dibangun pertama kali pada tahun 1828. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pernahkah  Tribunners datang ke sebuah museum untuk melihat sejarah?

Kali ini Tribun Bali berkesempatan menghadiri acara Capacity Building oleh Bank Indonesia Provinsi Bali pada Selasa 25 Juli 2023 di Jakarta

Salah satu agendanya, yaitu mengunjungi Museum Bank Indonesia yang berlokasi di Jl. Pintu Besar Utara No.3, RT.4/RW.6, Pinangsia, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Museum Bank Indonesia menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang merupakan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal, dan dibangun pertama kali pada tahun 1828.

Pemerintah telah menetapkan bangunan tersebut sebagai bangunan cagar budaya sesuai SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.475 tahun 1993. 

Pelestarian gedung BI Kota sejalan dengan kebijakan Pemerintah DKI Jakarta yang mencanangkan daerah Kota Tua sebagai salah satu daerah bersejarah di Jakarta

Sebagai salah satu pelopor revitalisasi gedung-gedung bersejarah di Kota Tua, BI bermaksud menyajikan pengetahuan terkait peran BI dalam perjalanan sejarah bangsa, termasuk memaparkan latar belakang kebijakan BI yang diambil dari waktu ke waktu.

Baca juga: Selamatkan Warisan Leluhur, Disbud dan Penyuluh Bahasa Bali Konservasi Lontar di Museum Semarajaya

Krisno Winarno sabagai edukator museum Bank Indonesia mengatakan guna menunjang pengembangan kawasan Kota Tua sebagai tujuan wisata di DKI Jakarta, maka sangat tepat apabila gedung BI Kota yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah, dimanfaatkan menjadi Museum Bank Indonesia.

Museum BI pertama kali dibuka untuk umum pada tanggal 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah, selanjutnya diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 19 Juli 2009 dengan menambahkan dan menyempurnakan tata pamer, serta menerapkan teknologi multimedia interaktif. 

Adapun beberapa fasilitas yang ada didalam museum Bank Indonesia yaitu ruang auditorium, ruang serbaguna, tata pamer temporer, masjid dan area parkir yang luas.

Untuk tiket masuknya dibanderol Rp 5 Ribu dan bagi pelajar dan mahasiswa yang dapat menunjukkan kartu tanda pelajar atau kartu tanda mahasiswa, maka tidak akan dikenakan biaya masuk.

Museum ini menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953.

Penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama sehingga menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indonesia

Untuk hari operasional dibuka Selasa hingga Minggu, dan di hari Senin dan libur nasional akan tutup.

Disini, Tribunners bisa menemukan sejarah dan barang-barang unik khususnya tentang perbankan, seperti mata uang setelah barter, mesin atm kuno, batu pertama diletakkan, dan sebagainya.

Terdapat juga koleksi numismatik berupa gobog majapahit, MA perak, dan uang kampua, mata uang eropa, dan sebagainya.

Jadi, bagi Tribunners yang sedang mengunjungi Jakarta, apa salahnya untuk mampir ke museum Bank Indonesia agar mengetahui sejarah bangsa Indonesia.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved