Berita Bali

350.000 Gas Elpiji 3 Kg Akan Terdistribusi di Bali, Antisipasi Kelangkaan Jelang Galungan

350.000 Gas Elpiji 3 Kg Akan Terdistribusi di Bali, Antisipasi Kelangkaan Jelang Galungan

|
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Fenty Lilian Ariani
Ida Bagus Putu Mahendra
Anggota DPR RI, I Nyoman Parta saat bertemu dengan pihak Pertamina wilayah Bali pada Rabu 26 Juli 2023 kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ratusan ribu tabung gas elpiji 3 kg akan terdistribusi di Bali jelang hari raya Galungan.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPR RI, I Nyoman Parta saat dihubungi Tribun Bali pada Kamis 27 Juli 2023.

Tak tanggung-tanggung, jumlah tabung gas  elpiji 3 kg yang akan terdistribusi di Bali sebanyak 350.000 tabung.

Informasi tersebut diperolehnya usai bertemu dengan pihak Pertamina wilayah Bali guna mengklarifikasi terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg pada Rabu 26 Juli 2023 kemarin.

Ia menerangkan, 350.000 tabung gas elpiji 3 kg itu merupakan kuota tambahan usai sebelumnya sejumlah Kabupaten/Kota di Bali mengalami kelangkaan gas.

“Jadi hasil koordinasi kemarin, untuk Galungan saja, itu disiapkan ekstra kuota lagi 350.000 tabung,” ungkap Parta kepada Tribun Bali.

350.000 gas elpiji 3 kg itu dijadwalkan mulai didistribusikan sejak Kamis 27 Juli 2023.

“Dari 27 (Juli 2023) ini. Itu hanya untuk bulan Juli menjelang galungan,” ungkapnya.

Disinggung soal kabupaten/kota yang menjadi sasaran distribusi, Parta yang merupakan politisi PDIP itu menuturkan, gas elpiji 3 kg dapat didistribusikan ke seluruh Kabupaten/Kota di Bali.

Namun, difokuskan pada kabupaten/kota yang tengah mengalami kelangkaan. Seperti misalnya Denpasar, Badung, Tabanan, dan Gianyar.

“Seharusnya distribusi seluruh Bali. Namun, tergantung dinamika di masyarakat yang lebih padat dan lebih tinggi.”

Baca juga: Jokowi Tegaskan Kisruh Golkar Tak Ada Hubungan dengan Dirinya: Itu Internal


“Mungkin Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar. Tapi tetap harus seluruh Bali,” ujarnya.

Selain ada kuota tambahan sebanyak 350.000 gas elpiji 3 kg, diperlukan pula adanya operasi pasar guna mengatasi kelangkaan.

Operasi pasar tersebut dilakukan pada tingkat desa/kelurahan yang mengalami kelangkaan.

“Desa-desa yang terjadi kelangkaan, dilakukan operasi pasar,” ungkapnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved