Berita Denpasar
KMHDI Bali Gelar Diskusi, Soroti Peran Perempuan dalam Pembangunan Bangsa
KMHDI Bali gelar diskusi bertajuk bincang menyoroti peran perempuan dalam dinamika pembangunan bangsa.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - KMHDI Bali gelar diskusi bertajuk bincang menyoroti peran perempuan dalam dinamika pembangunan bangsa.
Diskusi yang digelar secara daring ini diikuti puluhan kader KMHDI se-Indonesia serta berbagai instansi.
Ketua PD KMHDI Bali, Putu Esa Purwita mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk membahas lebih dalam isu kesetaraan dan peran perempuan dalam membangun organisasi.
Baca juga: Terima KMHDI Bali, Ketua DPRD Badung Mengaku Siap Fasilitasi Kegiatan Jambore di Tabanan
Sehingga diharapkan mampu memantik daya pikir yang kritis, guna memberikan sumbangsih berupa suara perempuan utamanya KMHDI terhadap pembangunan bangsa.
"Kami membahas isu perempuan yang tidak ada habisnya. Harapannya acara ini dapat menyediakan ruang bagi perempuan hebat untuk berdiskusi perihal isu perempuan yang sedang hangat," kata pria asal Sulawesi ini, pada Sabtu 5 Agustus 2023.
Kegiatan ini menghadirkan Nanda Riska Bagus Mudita yang merupakan Demisioner Ketua Departemen Kajian dan Isu periode 2019-2021.
Baca juga: KMHDI Ikut Mendesak DPR RI Sahkan RUU Perampasan Aset
Dalam pemaparannya ia menjelaskan terkait dengan sejarah pertentangan kaum perempuan.
Di mana ternyata sudah dimulai sejak abad pertengahan.
Kala itu ada propaganda yang dibuat untuk melabelisasi perempuan sebagai penyihir yang menyesatkan.
Baca juga: Bule Melalung! PC KMHDI Tabanan: Merusak Kesucian Pura dan Mencoreng Citra Pariwisata Bali
Sehingga menjadi asal mula posisi perempuan yang tampil di ruang publik dianggap tabu.
"Dari latar belakang historis tersebut, perjuangan feminis pun dimulai oleh para kaum Perempuan. Namun propaganda misskonsepsi feminis tetap dihadirkan," katanya.
"Maksud Feminis digeser dan dianggap ancaman karena menganggap perempuan ingin mengambil alih posisi yang setara, tidak mau mengambil kewajibannya. Bahkan mengambil peran laki-laki dalam kehidupan," imbuhnya.
Padahal menurut Riska maksud sesungguhnya dari feminis adalah untuk memperjuangkan kemerdekaan kaum perempuan.
Merdeka yang dimaksud adalah merdeka dalam hal perjuangan, merdeka dalam hal belajar, dan merdeka dalam hal mengembangkan hidupnya.
Di sisi lain posisi perempuan mulia dalam ajaran agama Hindu seperti tertera dalam kitab suci veda, sehingga patut dihormati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pelaksanaan-diskusi-yang-digelar-KMHDI-Bali-secara-daring-44.jpg)