Berita Denpasar
KMHDI Bali Gelar Diskusi, Soroti Peran Perempuan dalam Pembangunan Bangsa
KMHDI Bali gelar diskusi bertajuk bincang menyoroti peran perempuan dalam dinamika pembangunan bangsa.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Maka dari itu perlu harmonisasi antara kaum Feminis dan Maskulin dalam kehidupan.
"Sebagai konklusi, ke depan diperlukan kesadaran dan perjuangan kolektif untuk menciptakan harmonisasi tersebut, terutama melalui kegiatan pelatihan dan pendidikan," tukasnya.
Dari pemaparan tersebut, timbul respon beragam dari peserta diskusi, satu di antaranya yakni Putu Asrinidevy yang kini menjabat sebagai Presidium 2 Pimpinan Pusat (PP) KMHDI.
Menurutnya ketimpangan peran perempuan dan laki-laki memang dilandasi peran sejarah yang cenderung menggambarkan bahwa perempuan itu lemah.
Padahal lanjutnya, kenyataannya perempuan memiliki kekuatan lebih dari laki-laki.
"Peran Wanita dan Laki-laki sudah sepatutnya setara, seimbang, dan mampu bekerjasama layaknya sayap kanan dan kiri burung yang mampu membuatnya terbang. Kesetaraan gender dalam Hindu sudah disimbolkan oleh Dewa-Dewi Hindu. Dimana Dewi berperan sebagai sakti atau kekuatan yang senantiasa menyertai kaum feminis," jelasnya.
Di sisi lain Puspita Purwati, Ketua PD KMHDI Sulawesi menyebut jika peran laki-laki dan perempuan sesungguhnya saat ini sudah setara.
Hal ini dibuktikan dengan perempuan yang sudah banyak menjadi pemimpin dan mengambil peran dalam masyarakat.
"Namun stigma masyarakat yang masih tabu akan kesetaraan gender, dan masih adanya praktik memarginalkan posisi perempuan menjadi tantangan yang perlu tetap kita perjuangkan bersama untuk turut menjaga posisi perempuan dalam kehidupan," imbuhnya.
Sementara itu peserta lain, Ni Putu Virgi Eka Ayu Rasta, Ketua PD KMHDI NTB berpendapat faktor yang mendegradasi posisi perempuan salah satunya yakni budaya patriarki.
Di mana perempuan justru dijejali tanggung jawab yang lebih banyak daripada lelaki sejak dini.
Kendati demikian, ia meyakini kesetaraan gender saat ini sudah diakui.
"Dari sisi agama Hindu, konsep Ardhanariswari sebagai simbolisasi Tuhan sudah mencerminkan keseimbangan peran feminis dan maskulin di dunia," sebutnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pelaksanaan-diskusi-yang-digelar-KMHDI-Bali-secara-daring-44.jpg)