Kebakaran Garmen dan Percetakan Baliho
BREAKING NEWS - Perusahaan Garmen & Percetakan Baliho Terbakar di Sukawati, Damkar Kerahkan 7 Armada
BREAKING NEWS - Perusahaan Garmen & Percetakan Baliho Terbakar di Sukawati, Damkar Kerahkan 7 Armada
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Peristiwa kebakaran terjadi di perusahaan garmen dan baliho di Jalan Batu Intan, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, Jumat 11 Agustus 2023 sekitar pukul 12.00 Wita.
Kebakaran yang terjadi cukup besar, lantaran api mengamuk di bangunan berlantai tiga.
Kebakaran itu pun menghanguskan sebagian isi lantai dua dan menghanguskan seisi lantai tiga, tempat produksi garmen dan baliho.
Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Dinas Pemadam Gianyar menurunkan tujuh unit armada.
Rinciannya, sebanyak dua unit dari Pos Damkar Gianyar, tiga unit dari Pos Damkar Sukawati dan dua unit dari Ubud.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Sementara kerugian masih dihitung oleh korban.
Kepala Bidang Damkar Gianyar, I Putu Pradana membenarkan hal tersebut. Kata dia, peristiwa ini terjadi saat para pekerja sedang beristirahat.
Sementara kebakaran itu sendiri diketahui oleh warga.
Dan, warga tersebut pula yang langsung menghubungi pos damkar dan dirinya secara langsung.
Baca juga: Setelah KTT G20, Indonesia Kembali Dipilih Jadi Tuan Rumah Pertemuan Internasional WWF
"Tadi dapat info dari warga. Kejadian terjadi sekitar pukul 12.00 wita. Saat itu pegawai perusahaannya sedang istirahat. Jadi warga melaporkan ke pos dan langsung ke saya. Yang terbakar berupa perusahaan garmen dan percetakan baliho. Katanya ada mesin di sana yang konslet jadi penyebab kebakaran," ujarnya.
Pradana mengatakan tidak terdapat kendala dalam pemadaman.
Meskipun jalan menuju TKP relatif sempit dan banyak warga yang menyaksikan kebakaran.
"Unit yang terbakar lantai 2 sebagian yang terbakar, sementara lantai 3 full terbakar. Karena produksinya di lantai 3. Kerugian, masih dihitung. Tidak ada kendala dalam pemadaman. Tapi cuma jalannya sempit dan ada banyak warga. Tapi suplay air lancar sehingga kita bisa mengalau api tak merembet ke bangunan lainnya," ujar Pradana. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.