Vila Diduga Langgar Sempadan Tebing

Usai Disidak DPRD Badung, Penanggung Jawab Pembangunan Vila di Pantai Bingin Minta Keadilan

Usai Disidak DPRD Badung, Penanggung Jawab Pembangunan Vila di Pantai Bingin Minta Keadilan

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Fenty Lilian Ariani
Zaenal Nur Arifin
Suasana bangunan vila yang diduga melanggar sempadan tebing di Pantai Bingin, Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Senin 14 Agustus 2023 saat disidak DPRD Kabupaten Badung dan OPD terkait. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Bangunan vila dan restaurant yang viral di media sosial diduga melanggar sempadan tebing dan hari ini ditinjau oleh DPRD Badung bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait ternyata bernama Morabito Art Cliff.

Dan yang tengah dibangun itu merupakan perluasan dari vila sudah ada akan dijadikan restauran.

Penanggungjawab pembangunan tersebut yakni H. Hasan Ali menyampaikan dirinya hanya meneruskan progres pembangunan tetapi awalnya bagaimana tidak tahu.

“Awalnya saya tidak tahu yang punya pak Moyo Sudana, dia (pemilik bangunan bernama Pascal WNA Prancis) ngontrak sama pak Moyo Sudana. Di klaim tanah ini milik beliau jadi kami melanjutkan pembangunan itu, bangunan sebelumnya sudah ada,” imbuh H. Hasan usai melakukan pertemuan dengan DPRD Badung, Senin 14 Agustus 2023.

Ia menambahkan pihaknya masuk bergabung sekitar 10 tahun yang lalu dan saat itu bangunan sudah ada dengan 9 kamar vila serta telah beroperasi.

Operasional waktu itu adalah akomodasi wisata vila dan sekarang lagi ditambah untuk restauran atau cafe.

H. Hasan lebih lanjut menyampaikan kalau bangunan ini dibongkar semua yang disekitarnya melanggar juga dan harus di bongkar. 

“Kalau mau di bongkar keadilan sosial sekitarnya di bongkar semua. Di depan kita masih banyak (yang melanggar). Kalau ini di bongkar di depan saya harus di bongkar dong, kalau ini salah di depan juga salah. Makanya kewoh pekewoh,” ungkapnya.

Dan kedatangan anggota dewan dari DPRD Badung ini menurut H. Hasan adalah keberuntungan.

“Bagi kami kedatangan anggota dewan itu rezeki banget, rezeki besar jadi bisa tahu situasinya. Kami ingin direct langsung ke pemerintah, kami ada data semuanya dan banyak. Nanti saya bawa kesana semua (menemui DPRD Badung),” kata H. Hasan.

Selain itu selama beroperasi Morabito Art Cliff membayar pajak dan jika diminta stop pengerjaan semua yang disekitarnya juga perlu di berhentikan.

“Kami bayar pajak kok tapi yang lain saya tidak tahu. Kalau di bongkar semuanya di bongkar melanggar semua disini,” imbuhnya.

Baca juga: Jelas Bangunan Ini Melanggar Aturan, DPRD Badung dan OPD Sidak Vila di Pantai Bingin


Yang mendesain bangunan Morabito Art Cliff adalah Pascal seorang WNA asal Prancis sekaligus pemilik karena profesinya merupakan arsitek.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved