Berita Karangasem
LP Klas IIB Karangasem Overload, Usulan Revitalisasi Belum Direspon
Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas IIB Kab. Karangasem makin overload. Jumlah warga binaan yang menghuni melebihi
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Fenty Lilian Ariani
AMLAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas IIB Kab. Karangasem makin overload. Jumlah warga binaan yang menghuni melebihi kapasitasnya.
Lapas yang berkapasitas sekitar 149 orang kini dihuni sebanyak 246. Artinya ada kelebihan warga binaan sebanyak 93 orang.
Kepala Lapas Klas IIB Karangasem, Prayitno, mengatakan, kapasitas LP Klas II B Karangasem penuh dari beberapa tahun lalu.
Ditambah ada warga binaan dari Lapas Kerobokan,Denpasar yang dipindah ke Lapas Karangasem. Sebagian besar warga binaannya terlibat kasus narkoba, pencurian, dan tindak pidana lainnya.
"Kapasitas di Lapas Klas IIB sudah overload. Sekarang jumlah penghuni 246, yakni 12 tahanan dan sisanya narapidana. Sedangkan kapasitasnya 149 orang. Sangat penuh. Nggak hanya di Kabupaten Karangasem, beberapa LP di Indonesia juga sama,"kata Prayitno.
Ditambahkan, terpaksa hunian warga binaan per kamarnya ditambah. Melebihi kapasitasnya. Kamar yang biasanya berisi 4 - 6 orang, terpaksa di isi 7 - 10 orang.
Sedangkan kamar yang berkapasitas besar untuk sementara diisi 12 - 15 orang. Tujuannya agar semua warga binaannya bisa terakomodir keseluruhan.
"Kamar yang ditempati warga binaan masih layak, aman, dan nyaman dipergunakan. Kamar di Lapas masih cukup untuk menampungnya. Warga binaan masih merasa nyaman,"tambah pejabat asal Kediri, Provinsi Jawa Timur.
Pihaknya menjelaskan, kondisi lapas overload dikarenakan beberapa faktor. Satu diantaranya jumlah penduduk yang meningkat setiap tahunnya.
Sedangkan kasus kriminalitas terus alami peningkatan. Sedangkan bangunan LP tetap, tidak berubah.
"Kita berharap tindak pidana sedikit. Biar aman,"harap Prayitno
Lapas Klas IIB Karangasem telah mengusulkan revitalisasi bangunannya tiap tahun ke Kementerian Hukum dan HAM. Sayangnya, usulan belum mendapat direspon."Kita beberapa kali mengajukan perbaikan dan revitalisasi bangunan lapas ke pusat. Cuma belum ada respon. Kita menunggu,"imbuhnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.