Berita Gianyar
Aplikasi Buatan Diskominfo Gianyar Diuji BSSN Sebelum Dipublikasi
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gianyar, Bali mengikuti IT Security Assessment (ITSA) secara daring
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gianyar, Bali mengikuti IT Security Assessment (ITSA) secara daring di ruang rapat Diskominfo Gianyar, Senin 28 Agustus 2023.
ITSA di Dinas Kominfo berlangsung selama 5 hari, mulai dari tanggal 28 Agustus sampai dengan 1 September 2023 yang diuji oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia.
Ketua Tim ITSA dari Badan Siber dan Sandi Negara, Taufik Hidayat mengungkapkan, tujuan dilaksanakannya ITSA adalah untuk melakukan pengujian terhadap sistem keamanan yang telah diterapkan pada sistem elektronik milik pemerintah untuk memastikan aset tersebut dapat digunakan dengan baik dan optimal.
"Ini juga menjadi tahapan untuk mengantisipasi kejahatan siber supaya bisa diatasi sebelum aplikasi terjun ke publik," ujar Taufik.
Dijelaskan pula bahwa ITSA yang digelar tersebut juga bertujuan untuk meninjau celah keamanan aplikasi yang dibangun oleh Bidang Aptika Dinas Kominfo Gianyar.
"Melalui ITSA, BSSN akan memberikan rekomendasi terkait perbaikan jika ditemukan adanya celah keamanan aplikasi, juga rekomendasi jika aplikasi tersebut siap untuk dipublis," ujarnya.
Kabid Persandian dan Statistik Diskominfo Gianyar, Desak Ketut Ariasih, mengatakan, kegiatan ITSA sangat penting bagi Diskominfo selaku leading sektor aplikasi yang ada di pemerintahan.
Aplikasi yang dibuat harus terintegrasi guna mendukung kerja cerdas yang berujung pada pelayanan publik yang efektif.
Aplikasi yang diuji yakni Aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK, SIM RS Payangan, Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dan E-Surat.
Baca juga: Sempat Mau Dibongkar Dewan Gianyar, Villa di Sayan Ubud Batal Dibongkar, Ini Alasannya
Selain itu, banyaknya pembangunan aplikasi harus diimbangi dengan penguatan dari sisi keamanan, apalagi menyimpan data-data sensitif.
Pelaksanaan ITSA sangat diperlukan sebagai upaya pengamanan saat pembangunan ataupun sebelum aplikasi mulai digunakan secara massal.
“Ini merupakan ITSA yang kedua kalinya dilakukan oleh Diskominfo Gianyar,” terang Desak Ariasih.
Desak Ariasih berharap pelaksanaan ITSA kali ini berjalan lancar dan juga celah keamanan yang ditemukan dapat dilakukan perbaikan secepatnya.
“Bagaimanapun canggihnya sebuah peralatan, jika digunakan tanpa kesadaran dari individu mengenai pengamannya maka semua akan sia-sia,” ujar Desak Ariasih. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Dinas-Komunikasi-dan-Informatika-Diskominfo-Gianyar-Bali-mengikuti-IT-Security-Assessment-ITSA.jpg)