Berita Buleleng
Pembangunan Shortcut Batas Kota Singaraja-Mengwitani Titik 7D dan 7E Dimulai
Pembangunan Shortcut Batas Kota Singaraja-Mengwitani Titik 7D dan 7E Dimulai
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pembangunan shortcut atau jalan baru batas Kota Singaraja-Mengwitani titik 7D dan 7E di wilayah Banjar Dinas Wirabhuana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng dimulai Selasa, 29 Agustus 2023.
Hal ini ditandai dengan kegiatan peletakan batu pertama yang dilaksanakan Gubernur Bali Wayan Koster.
Proyek yang menggunakan anggaran APBN sebesar Rp 82 Miliar lebih ini akan ditargetkan tuntas hingga 18 Juli 2024.
Jalan yang sebelumnya memiliki panjang 603 meter itu akan dipangkas menjadi 555 meter.
Sementara tikungan yang sebelumnya ada delapan akan dipangkas menjadi empat, sehingga mempermudah kendaraan besar dalam bermanuver serta diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Pembangunan shortcut titik 7D dan 7E ini digarap oleh PT Sinar Bali dan Agung KSO. Gubernur Bali Wayan Koster berharap pembangunan shortcut ini dapat berjalan lancar.
"Kami akan lakukan pengawasan agar progresnya lancar. Kalau lambat pengerjaannya saya marahi," katanya.
Dengan adanya shortcut ini, Koster menyebut arus lalulintas akan berjalan lebih baik dan lancar khususnya untuk angkutan logistik dan penumpang.
Kunjungan wisatawan ke Buleleng pun juga dipastikan akan semakin meningkat.
"Kalau dulu dari Singaraja ke Denpasar tikungannya tajam dan jalannya menurun. Kalau rem blong bisa masuk jurang. Jalannya bikin pusing dan mules. Sekarang dengan adanya shortcut ini rombongan wisatawan dari Jawa bisa lewat pakai bus besar. Orang akan suka lewat sini," jelasnya.
Ia pun berpesan kepada pihak kontraktor agar pembangunannya dapat diselesaikan tepat waktu, dengan memperhatikan kondisi cuaca.
Mengingat di Desa Gitgit merupakan daerah mendung.
"Jangan kayak dulu lagi, sempat terlambat sekian bulan. Kerja siang-malam mumpung cuaca bagus. Selesaikan sesuai target waktu, kalau bisa lebih awal lebih baik sehingga reputasi perusahaan jadi bagus dan dipercaya," ucapnya.
Seperti diketahui pembangunan shortcut titik 3-4 dan 5-6 telah selesai dikerjakan pada 2019 lalu.
Kemudian dilanjutkan pembangunan pada titik, 7A, 7B, 7C dan 8 dan telah rampung dikerjakan pada Februari 2023 lalu dengan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo.
Saat ini tengah dilanjutkan pengerjaan pada titik 7D dan 7E di wilayah Banjar Dinas Wirabhuana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Shortcut ini rencananya akan dibangun hingga pada titik 11-12 di wilayah Bangkiang Sidem, Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
"Titik 3 sampai 10 lahannya sudah dibebaskan melalui APBD Provinsi Bali. Rencana titik 11-12 akan dibebaskan 2025 atau kalau ada rejeki dibebaskan pada anggarab perubahan 2024. Kalau semua lahan sudah dibebaskan, kementerian akan nyaman melanjutkan pembangunannya," terang Koster.
Baca juga: Kinerja Bank BPD Bali Raih Apresiasi The Most Efficient Bank Kategori BPD Aset Di Atas 30 Triliun
Sementara Komisaris PT Sinar Bali Putu Laksmi tidak memungkiri pada pembangunan shortcut titik 7A, 7B, 7C dan 8 pihaknya sempat terkendala hujan. Untuk pembangunan kali ini, pihaknya akan berupaya agar pengerjaannya selesai tepat waktu, dengan menggunakan tenaga kerja lokal.
"Alat pendukung sudah siap, kami memanfaatkan banyak pekerja lokal," singkatnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.