Wawancara Ekslusif

Bali Harus Aman, Tak Boleh Lagi Ada Premanisme! Kata PJ Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya

Setelah dilantik, Pemimpin Redaksi Tribun Bali Komang Agus Ruspawan mendapat kesempatan wawancara langsung dengan Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra

Istimewa
Setelah dilantik, Pemimpin Redaksi Tribun Bali Komang Agus Ruspawan mendapat kesempatan wawancara langsung dengan Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra via zoom. 

Sudah ikuti perkembangan Bali 5 tahun belakang, kira-kira seperti apa kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dan Wagub Cok Ace?
Saya mengikuti pembangunan yang tercapai di Bali, saya mengapresiasi berbagai capaian pembangunan dibawah kepemimpinan Bapak Gubernur Wayan Koster dan Cok Ace. Saya lihat beliau berhasil yang ditandai dengan 44 tonggak peradaban Bali dan haluan masa depan, itu hal yang luar biasa dan tentu saya sebagai Pj Gubernur akan menjaga capaian-capaian tersebut kemudian melanjutkan dan hal-hal yang perlu diperkuat kita perkuat, karena itu capaian yang luar biasa.

Ada yang masih menjadi catatan kemudian akan diperbaiki?
Yang jelas saya lihat masa kepemimpinan Pak Koster dan Cok Ace meletakkan fundamental pembangunan Bali kedepan dan tentu untuk mewujudkannya tidak bisa selesai dalam jangka pendek. Untuk hal-hal yang sudah ada harus kita jaga bahkan kita perkuat lagi dan lanjutkan mana hal-hal yang perlu ditingkatkan kita tingkatkan.

Di Bali kini sering macet di Sanur dan Canggu, apakah akan jadi prioritaskah?
Saya sebagai Pj Gubernur Bali berpikir kebetulan banyak di rantau dan tidak detail tahu permasalahan yang ada di Bali, saya berpikir nantinya akan melakukan pendekatan soft problem artinya saya akan lebih banyak mendengar daripada berbicara kemudian dari mendengarkan saya akan tahu apa masalahnya. Saya akan menyertakan stakeholder terkait untuk coba mencari solusi selesaikan masalah tersebut termasuk permasalahan mengenai kemacetan, dimana akar masalahnya kita cari sama-sama. Saya akan lebih banyak mendengar, kita akan lebih berdiskusi. Kita harus selesaikan masalah bersama karena tidak mungkin permasalahan selesai dengan seorang Pj kita bersama-sama berkolabrasi dan sinergi semua pihak karena masing-masing masalah memiliki ke-khasan masing-masing.

Bagaimana dengan sektor keamanan? Terlebih Bapak backgroundnya dari Polri?
Jadi menyelesaikan permasalahan keamanan yang ada di Bali tentunya menurut saya kita harus memiliki komitmen bersama kita ingin Bali aman, kita ingin Bali tertib, jadi komitmen bersama dulu yang menjadi landasan kita untuk kita menciptakan suatu keamanan.
Kalau semua memiliki komitmen yang sama saya yakin bisa. Contohnya yang saya lihat banyak masalah terkait perilaku yang tidak pantas dilakukan bukan orang Bali mungkin mereka melihat mencontoh apa yang dilakukan oleh kita diluar sehingga dianggap hal yang biasa, tetapi kalau kita memiliki komitmen yang sama kemudian hal-hal yang tidak elok atau tidak pantas dilakukan untuk jangan dilakukan kita tegu, saya yakin akan bisa kita wujudkan. Kita berkomitmen mencontoh yang baik mari kita wujudkan bersama-sama saya yakin bisa, karena culture Bali menunujukan itu.

Dulu pernah dengan Pak Golose menangani premanisme di Bali, apakah kini kembali akan jadi perhatian terkait premanisme?
Saya dulu direktur reserse kriminal,saya dulu yang didepan dibawah kepemimpinan beliau (Golose, red), kita ingin tidak ada tindakan-tindakan itu lagi tidak bagus untuk Bali. Orang dating ke Bali harus merasa aman dan nyaman tidak khawatir adanya gangguan, tentu disini peran penegak hukum dibantu Polri dan TNI, dan semua pihak mari kita berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di Bali.

Terakhir Pak, kapan ke Bali dan mulai tugas menjadi Pj Gubernur Bali?
Yang jelas sejak dilantik secara resmi saya sudah menjabat sebagai Pj Gubernur Bali, artinya saya sudah bertugas, rencananya tanggal 7 (September) saya ke Bali kemudian sertijab.(sar)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved