Wawancara Ekslusif

Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya, Tumbuhkan Jiwa Patriotisme Pemuda Bali

Haluan Pembangunan Bali ini jadi pedoman bagi para pemimpin generasi selanjutnya dalam melakukan pembangunan Bali.

Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra
WAWANCARA - Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah diwawancara Direktur Tribun Bali, Fauzan Marasabessy di Kantor DPD Partai Gerindra Bali, baru-baru ini.  

TRIBUN-BALI.COM - Para pemangku kebijakan di Bali menelurkan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru. Haluan Pembangunan Bali ini jadi pedoman bagi para pemimpin generasi selanjutnya dalam melakukan pembangunan Bali.

Lantas, bagaimana proyeksi Bali di masa depan dari sudut pandang kepemudaan dan olahraga? Hal ini tertuang dalam wawancara khusus Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah bersama Direktur Tribun Bali, Fauzan Marasabessy di Kantor DPD Partai Gerindra Bali, baru-baru ini.

Wawancara khusus ini merupakan rangkaian road show para narasumber untuk acara akbar Talk Show Mata Lokal Memilih Series dengan topik: Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali ke Depan dan Harapan terhadap Presiden ke-8 RI, yang digelar Tribun Bali di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar, Sabtu (2/9) pagi. Berikut petikannya:

Ada pertanyaan, Bli De Gadjah bisa sebesar itu (tubuh) makannya apa Bli?

Melatih otot itu makan yang benar. Artinya makan yang sehat. Jangan makan goreng-gorengan, protein cukup, karbonya tidak berlebihan. Istirahat yang cukup dan olahraga yang teratur, baik dan benar.

Memang harus disiplin. Alkohol tidak boleh karena kalau kita minum alkohol kan menurunkan testosteron. Menurunkan metabolisme juga. Kalau orang kan takut beli suplemen mahal. Kita bisa dengan yang alami. Bisa daging ayam fillet, kalau nggak bisa kacang almond, kacang tanah bisa kita sangrai.

 

Itu ibu yang bikin?

Saya ngasih tahu istri, yang bikin mbak. Karena istri kan banyak hal yang harus dilakukan. Apalagi sekarang ada bisnis kecil dan bantu-bantu saya.

 

Jadi keseharian sekarang ada bisnis juga?

Karena gaji seorang DPR tidak mencukupi. Bukan untuk kebutuhan pribadi ya, kebutuhan untuk masyarakat saja kita minus. Kalau tingkat II okelah masih cukup. Kita mencari peluang untuk bekerja. Bukan untuk kaya, untuk anak sekolah, untuk makan, saya rasa cukup. Gaji kita untuk masyarakat. Ada orang meninggal, Idul Adha. Idul Adha, kalau namanya orang Bali ya kita namanya meyadnya. Jadi komunitas kita bagikan.

Penampahan dari 2013 (Galungan). Kemarin untuk kader Denpasar, itu 119 ekor babi. Hampir 120 kg rata-ratanya. Sudah berapa ton. Kalau saya pribadi 60 kg. Saya beli bibit, titip di teman, kita bayarnya kecil, jadi tidak terasa dan costnya berkurang juga. Jadi kita sudah plan.

Kita seorang wakil rakyat. Makanya kalau mau jadi kaya, jangan jadi pelayan masyarakat. Uang banyak kalau memang mereka punya bisnis, atau mereka memang orang punya. Tapi kalau saya, datang dari jalan, tidak dibekali apa-apa. Cukup saja. Cukup makan, cukup anak sekolah, sudah bersyukur.

Pertama kali maju kan tidak berbekal apa-apa. Dibantu relawan, dibantu teman-teman. Kita kembalikan lagi ke masyarakat. Kalau nggak bisa bantu orang banyak, bantu beberapa. Kalau tidak bisa bantu beberapa, bantu satu orang. Kalau tidak bisa bantu satu orang, jangan menyusahkan. Itu kata Pak Prabowo.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved