Wawancara Ekslusif

Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya, Tumbuhkan Jiwa Patriotisme Pemuda Bali

Haluan Pembangunan Bali ini jadi pedoman bagi para pemimpin generasi selanjutnya dalam melakukan pembangunan Bali.

Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra
WAWANCARA - Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah diwawancara Direktur Tribun Bali, Fauzan Marasabessy di Kantor DPD Partai Gerindra Bali, baru-baru ini.  

Apa karena beliau mantan prajurit?

Beliau memang mantan prajurit. Tapi kan tidak semua prajurit seperti itu. Saya yang pernah duduk satu meja makan dan pernah ngobrol, beliau orang yang paling ikhlas. Kadang-kadang memang bahasa beliau yang menurut orang lugas. Tapi hati beliau lembut, baik.

 

Tema kami adalah 100 tahun haluan Bali. Kami mengharapkan bisa memberikan tanggapan 100 tahun Bali dari perspektif pemuda dan olahraga. Ke depan itu harus seperti apa?

Kalau olahraga 100 tahun lagi kita bisa prediksi dengan kemampuan kita, dengan teknologi kita. Tapi kalau pemuda, saya harus meng-create atau menularkan hal-hal yang baik, menumbuhkan jiwa patriotisme, jiwa kebangsaan. Kalau tidak, pudar.

Itu PR kita bersama. Itu generasi kita untuk generasi berikutnya. Kalau orang memikirkan diri sendiri kan repot. Sekarang anak muda santai, minum. Saya minum juga, tapi pas hari libur. Kadang-kadang prihatin juga. Ini harus bersama-sama bersinergi.

 

Harus ada edukasi ya?

Harus. Olahraga pun seperti itu. Kita di tinju, lagi buat building sport science. Di-support oleh Pak Koster. Untuk suplemen di-support kawan. Kita analisis, petinju ini rata-ratanya begini. Jadi kita sudah mulai main science. Saya gak jago science. Tapi ada tim.

 

Apa harapan orang Bali terkait calon presiden kita selanjutnya dari versi Bli De Gadjah?

Satu, tentunya presiden yang peduli akan adat istiadat budaya Bali. Itu hal yang dipesankan Pak Prabowo kepada saya. Kedua, kelestarian Bali. Jangan sampai semua sawah ada vila. Nggak ada sawah, nggak ada tempat indah lagi. Tata ruang harus benar-benar diperhatikan.

Ketiga, jaga toleransi dan kerukunan umat beragama di Bali karena Bali itu majemuk. Kalau sampai Bali budaya hilang, habis Bali. Itu pesan Pak Prabowo kepada saya. Kalau saya ingin memenangkan Pak Prabowo, itu dari diri pribadi.

Satu lagi, sekarang lagi gencar-gencarnya menjelekkan Pak Prabowo. Ada oknum-oknum, menyerang fisik, segala macam. Dari ketua harian menyampaikan, jangan pernah merespons hal-hal yang menjelekkan Pak Prabowo. Sampaikan dan upload tentang kebaikan Pak Prabowo. Jangan melawan, jangan menjelek-jelekan yang lain. Kalau sampai ada kader Gerindra yang menjelek-jelekan kader lain, keluar dari barisan. (mah)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved