Wawancara Ekslusif

Bali Harus Aman, Tak Boleh Lagi Ada Premanisme! Kata PJ Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya

Setelah dilantik, Pemimpin Redaksi Tribun Bali Komang Agus Ruspawan mendapat kesempatan wawancara langsung dengan Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra

Istimewa
Setelah dilantik, Pemimpin Redaksi Tribun Bali Komang Agus Ruspawan mendapat kesempatan wawancara langsung dengan Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra via zoom. 

TRIBUN-BALI.COM -  Irjen. Pol. Drs. Sang Made Mahendra Jaya sudah resmi menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Bali setelah dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Selasa 5 September 2023 di Gedung Kemendagri, Jakarta.

Setelah dilantik, Pemimpin Redaksi Tribun Bali Komang Agus Ruspawan mendapat kesempatan wawancara langsung dengan Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra via zoom.

Sang Made Mahendra yang berpengalaman di bidang reserse dan menjadi staf khusus bidang keamanan Kemendagri ini mengaku sangat bahagia bisa kembali mengabdi di tanah leluhurnya.

Apa saja yang menjadi perhatian dalam kepemimpinannya sebagai Pj Gubernur Bali selama setahun ke depan? Berikut petikannya?

Cukup lama merantau dan kini ditunjuk jadi Pj Gubernur Bali,bagaimana komentarnya akhirnya bisa pulang ke Bali dan ditugaskan menjadi PJ Gubernur Bali?

Pertama tentu astungkara atas anugerah Sang Hyang Widhi Wasa melalui Presiden saya diberikan amanah menjadi Pj Gubernur Bali, astungkara. Tadinya terus terang saya tidak pernah berpikir ataupun mimpi dan membayangkan akan menjadi Pj Gubernur Bali karena saya lahirnya di polisi, cita-citanya bukan menjadi Pj Gubernur. Sama sekali tidak terbayang tidak mimpi juga Karena sebagai seorang polisi bukan kesana arahnya tadinya.

Bisa mengabdi di tanah leluhur, bagaimana rasanya?
Ya satu sisi konsekuensi dari satu amanah disamping kehormatan tentu ini ada tanggungjawab besar di situ saya sebagai Pj Gubernur tentu saya harus mencurahkan segala pikiran dan hati saya tenaga saya untuk bisa melaksanakan tugas sebagai Pj Gubernur. Beban berat niki yang harus saya laksanakan.

Ada rasa bahagia akhirnya bisa kembali ke Bali sebagai Pj Gubernur?
Tentu ada kebahagiaan tetapi ini pekerjaan tidak mudah ini pekerjaan yang menutut tanggungjawab besar jadi saya satu sisi, terasa senang satu sisi juga ni merupakan challenge baru bagi saya akan ada ujian-ujian mohon doa restunya agar saya bisa melaksanakan ini dengan baik.

Terlihat ada rasa haru yang dalam kalua saya lihat ekspresi dari Bapak malam ini?
Ya seperti itulah hal yang tidak pernah terbayangkan mimpi juga tidak tapi astungkara Tuhan memberikan anugerah melalui Presiden juga pada kesempatan ini saya ucapkan terimakasih kepada Presiden, Wapres, para Menteri dan impinan lembaga yang sudah memberikan amanah kepercayaan ini kepada saya. Saya juga berterimakasih dengan Wayan Koster segenap pimpinan dan anggota DPRD juga masyarakat Bali.

Bagaimana perjalanan karier Bapak, dan yang saya tahu Bapak dari kecil sudah merantau?
Jadi agak unik ya, saya lahir dan besar di Singaraja, saya sekolah SD di Singaraja sampai kelas 4, kemudian karena orangtua PNS pindah tugas ke Kupang saya melanjutkan SD di Kupang hingga tamat. SMP juga di Kupang kelas 3 balik ke Singaraja, dan SMA di Singaraja. Lalu saya sempat kuliah satu tahun di Udayana lanjut saya diterima di Akpol Tahun 1986.

Tugas pertama saya di Polda Nusra, dulu inginnya tugas di Bali waktu itu Polda Nusra Bali, NTB, NTT saya ditempatkan di NTT, empat tahun saya disitu saya masuk PTIK di Jakarta kemudian tamat PTIK ditempatkan di Sulawesi Selatan daerah yang cukup keras, disana saya pernah menjadi Kapolsek, Kasatserse, Kasubag, saya lebih banyak di Reserse 7 tahun saya di Makassar melanjutkan pendidikan (Sestin) di Lembang.

Setelah selesai pendidikan di Lembang saya ditempatkan atau ditugaskan di Bareskrim Polri kemudian saya juga diberikan tugas untuk bertugas kurang lebih dua tahun sebagai anggota (Tintas Tipikor) sehingga saya sempat bertugas di Kejaksaan Agung.

Setelah itu oleh pimpinan diberikan kepercayaan menjadi Kapolres di Kalimantan Timur, setelah itu saya pindah menjadi Kapolres Pasir kemudian menjadi Wakapolresta Samarinda.
Kalau masih ingat ada kasus Gayus Tambunan Mafia Pajak kemudian saya ditarik menjadi salah satu tim penyidik kasus Gayus Tambunan di Jakarta. Selesai di satgas tim Mafia Pajak dan kasus Gayus, saya di Breskrim paling banyak di Reserse.

Setelah itu saya diberikan amanah menjadi Direskrim Khusus Polda kurang lebih 3 tahun. Setelah itu kembali lagi ke Bareskrim jadi (Kasubdit) tindak pidana ekonomi khusus.
Lanjut saya sekolah Sespati, setelah sekolah Sespati kembali lagi naik ke Bareskrim. Banyak di Bareskrim astungkara saya dapat kesempatan juga bertugas di Bali sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum selama 1,8 tahun.

Pada waktu itu Kapolda saya Petrus Golose jadi saya ditugaskan oleh beliau untuk sikat habis premanisme di Bali. Setelah itu kembali ke Mabes Polri disitu kemudian Kapolri Pak Tito mendapatkan amanah sebagai Mendagri, saya ikut beliau sebagai staf khusus.
Lanjut kemudian saya sempat ke Sestim sebentar kemudian kembali lagi menjadi staf khusus Mendagri, dan akhirnya kini jadi Pj Gubernur Bali. Saya percaya daerah saya taksunya luar biasa, kalau memang langit Bali pertiwi Bali memanggil ya saya kesana.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved