Wawancara Ekslusif

Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya, Tumbuhkan Jiwa Patriotisme Pemuda Bali

Haluan Pembangunan Bali ini jadi pedoman bagi para pemimpin generasi selanjutnya dalam melakukan pembangunan Bali.

Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra
WAWANCARA - Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah diwawancara Direktur Tribun Bali, Fauzan Marasabessy di Kantor DPD Partai Gerindra Bali, baru-baru ini.  

 

Sebagai Anggota Dewan, Bli De Gadjah kan menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Denpasar. Bagaimana kesannya?

Nikmatnya itu saat kita bisa bantu masyarakat karena kita jadi DPRD, kawan banyak. Kalau bergaul. Kalau kita memperlakukan orang dengan baik, pasti orang akan memperlakukan kita baik. Kalau masyarakat butuh bantuan, masyarakat berpikir DPR serba bisa. Kena tilang pun saya ditelepon. Urusan percintaan. Banyak hal. Hal aneh-aneh. Tapi kita tetap terima, kita buatin kopi.

Kadang-kadang kita tidak bisa melakukan itu, mengerjakan itu, dan kita pikir tidak mungkin. Tapi kalau kita berusaha, ada jalan dan bisa selesai. Saya sampaikan, saya berusaha tapi kalau hasilnya mengecewakan, jangan sedih. Kalau hasilnya bisa, itu menurut saya anugerah, tapi jangan terlalu senang.

 

Berarti selalu siap di depan?

Ya, kita ini kan pejuang, bukan politisi. Kita ini pejuang politik. Kita dihina tidak tumbang, dipuji tidak terbang. Jadi apapun itu kita harus siap. Sebelum saya di politik, saya kan rapatkan keluarga. Dan didukung.

 

Di election kali ini, Bli De Gadjah kan naik satu tingkat ke DPRD Provinsi. Apa yang membuat perlu sampai naik dan hal apa yang diyakini menjadi strategi?

Satu, saya sudah dua kali di Kabupaten/Kota. Kalau saya tetap di situ, regenerasi tidak jalan. Organisasi yang tidak ada regenerasi akan mati. Kita mainkanlah ini. Gerindra di Bali kita batasi. Maksimal 3 kali. Setelah itu harus naik. Kita harus berikan kesempatan ke yang lain. Saya dua kali.

Banyak yang menawarkan saya ke RI tapi hal yang utama adalah family matter. Anak saya masih kecil, ada yang 12 tahun, ada yang kelas 5 SD, ada TK kecil. Mereka grow so fast. Kalau saya ke RI, artinya spend time buat mereka kurang. Kedua, saya merangkak dari bawah. Ibarat naik tangga, satu langkah-satu langkah. Kita ingin menikmati proses. Ketiga, yang kita kejar kan bukan jabatan. Yang kita cari kan networking. Kalau ada networking kita bisa bantu masyarakat.

 

Masih terkait road show kami. Bagaimana kondisi Gerindra dan Prabowo di Bali?

Gerindra solid. Bukan karena saya. Saya tipe karakter agak keras. Kalau almarhum dulu karakternya baik, dharma. Jadi kalau ada yang main-main sedikit, beliau orangnya bijaksana. Kalau saya perlu belajar hal itu. Saya karakternya yang tegas, keras, tapi ikuti aturan. Saya berpikir lebih baik sedikit tapi kompak.

 

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved