Tali Lift Putus di Ubud

BABAK Baru Tragedi Lift Maut Ayu Terra Resort, Kontraktor Buka Suara Pasca Dilaporkan Owner ke Polda

Kontraktor lift Ayu Terra Resort Ubud, Mujiana, buka suara atas dilaporan ke Polda Bali oleh Owner Ayu Terra Resort Ubud, Linggawati Utomo.

Tribun-Bali.com / I Wayan Eri Gunarta
Kontraktor lift Ayu Terra Resort Ubud, Mujiana, buka suara atas dilaporan ke Polda Bali oleh Owner Ayu Terra Resort Ubud, Linggawati Utomo. Mujiana dilaporkan, dengan pasal 378 atas dugaan tindak pidana penipuan. Namun Mujiana juga mengklaim, bahwa pihaknya tidak pernah memberi rekomendasi penggunaan lift tersebut karena pengerjaan belum finishing. 

Lift Belum Serah Terima Dari Kontraktor ke Ayu Terra Resort Ubud

Fakta baru lainnya, adalah Linggawati menyampaikan bahwa sejatinya lift tersebut masih terikat dengan kontraktor dan belum ada serah terima dari pihak kontraktor kepada pihak resort.

"Pembayaran sampai sekarang belum selesai, dia belum serah terima masih terikat kontraktor, selesia kerja baru serah terima," ujarnya.

Mengenai operasional yang dilakukan oleh pihak resort, sesuai arahan dari kontraktor M, bahwa lift sudah bisa digunakan karena sudah diganti mesin dan sling, meski rumah lift belum terpasang seutuhnya.

"Rumah liftnya belum dipasang secara utuh, baru dipasang mesin dan sling, semua baru mesin, panel kontrol dan lain-lain kecuali rel, arahan M sudah bisa dipakai," ujarnya. 

Dengan nilai investasi mencapai ratusan juta rupiah, owner memercayakan upgrade tersebut kepada pihak M selalu profesional, sehingga pihak resort yang bukan profesional pun tidak mengetahui mengenai hal teknis.

"Saya tidak memahami ketajaman tempat saya 30 derajat, Hangings gardens berapa derajat tidak mengerti, saya kerjasama dengan M karena figur yang profesional sesuainyang dia tunjukkan," tuturnya.

"M juga bilang dengan basic pengalaman dia satu sling, dia bilang nyawa saya akan saya pertaruhkan, tapi itu disampaikan lisan saja," beber Linggawati.

Disampaikan oleh Linggawati pula bahwa M sudah dihubungi saat ditelepon, bahkan selama ini apabila ada perbaikan hanya diserahkan melalui assisten atau teknisinya.

Linggawati juga menampik dugaan penyusutan sling 10 persen saat upgrade, bahkan dirinya tidak pernah menyampaikan hal itu selain untuk upgrade.

Ditambahkannya, bahwa dirinya sudah melihat ke Labfor kepolisian sling yang dipasang kontraktor M dengan sling sebelumnya saat dikerjakan E dengan 3 sling.

Santunan ke Korban Jiwa 

Hubungan kekeluargaan Linggawati dengan Korban, santunan Rp 40 juta dari kesepakatan tim bukan murni Linggawati.

Linggawati mengaku sangat kehilangan 5 karyawannya, yang sudah dianggap sebagai keluarga itu, dia pun tak kuasa membendung air mata saat mengingat kejadian yang menimpa kelima karyawannya itu.

"Saya sangat kehilangan ke 5 anak saya karyawan saya, saya dengan karyawan sangat dekat, kalau rugi materi saya harus tutup itu anggap saja Covid, suatu waktu bisnis bisa begini tapi kalau tentang nyawa tidak bisa dihitung tidak bisa dinilai," ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved