Berita Klungkung
Cerita Nelayan di Klungkung Sempat Kesulitan Beli Pertalite
Nelayan asal Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, I Wayan Suparta (50) berkumpul bersama rekan-rekannya di pesisir Pantai Kusamba
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Fenty Lilian Ariani
SEMARAPURA,TRIBUN-BALI.COM - Nelayan asal Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, I Wayan Suparta (50) berkumpul bersama rekan-rekannya di pesisir Pantai Kusamba, Senin, 11 September 2023.
Siang itu ia dan rekan-rekannya sesama nelayan sudah kembali ke pesisir, setelah melaut ke perairan Kusamba sejak dini hari.
Ia lalu bercerita tentang kesulitan nelayan di Kusamba dalam mendapatkan bahan bakar bersubsidi jenis Pertalite dua minggu lalu.
Walaupun saat ini masalah tersebut sementara sudah teratasi, ia berharap pihak terkait selalu menjamin ketersediaan pertalite khusus bagi nelayan.
"Memang benar, 2 minggu lalu dan sebelumnya, kami nelayan di Kusamba sempat sangat kesulitan mendapatkan pertalite," keluh Suparta saat ditemui di pesisir Pantai Kusamba, Senin, 11 September 2023.
Ia menceritakan bagaimana dirinya sangat kesulitan untuk mendapatkan Pertalite.
SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) di Desa Kusamba telah lama tidak beroperasi. Hal ini membuat para nelayan harus mencari BBM bersubsidi ke sejumlah SPBU.
Namun ternyata tidak mudah bagi para nelayan ini untuk membeli BBM bersubsidi di SPBU. Jikapun diperbolehkan membeli, jumlahnya sangat terbatas.
"Terkadang kami sampai berdebat dan memohon kepada petugas SPBU agar diberikan membeli Pertalite. Saya pernah mau beli Rp100 ribu tidak dikasi, sampai saya memohon," ungkap Suparta.
Karena dibatasi untuk membeli Pertalite, ia terpaksa membeli Pertamax untuk melaut. Sehingga nelayan mengeluarkan modal lebih untuk membeli bahan bakar non subsidi.
Baca juga: UPDATE Korban Tewas di Karangasem Bertambah Jadi 3 Orang, Jenazah Dievakuasi Pakai Alat Berat
"Kalau menurut saya, kami nelayan berharap bisa diberikan kemudahan dapat BBM bersubsidi. Saya dan nelayan lain di sini, takut juga kehabisan bensin di tengah laut. Kalau mobil mogok kehabisan bensin, sopirmya bisa cari warung beli kopi. Kalau nelayan di laut kehabisan bensin, bisa hilang,"ungkap Suparta.
Beruntung sejak 2 minggu lalu, nelayan di pesisir Kusamba sudah diberikan kartu barcode oleh pemerintah untuk mendapatkan BBM berubsidi.
Dengan kartu itu, ia dan nelayan lainnya bisa membeli Pertalite sesuai kebutuhan.
Namun kartu barcode itu hanya berlaku sebulan, dan untuk memperpanjang nelayan harus mengurus lagi ke kantor desa.
"Intinya kami berharap agar dipermudah terus lah mendapatkan BBM bersubsidi. Nelayan sulit sekarang, modal dan resiko besar, tapi hasil tangkapan tidak seberapa," ungkap Suparta.
Hal serupa diungkapkan nelayan lainnya, Nyoman Rinda (60).
Menurut dia, tidak jarang nelayan sudah mengeluarkan modal melaut, namun tidak dapat tangkapan.
Belum lagi jaring nelayan kerap dirusak lumba-lumba.
"Saya ini sudah 5 hari melaut tidak dapat hasil tangkapan. Beli bensin lumayan. Harapan kami juga sama, biar tidak sulit lah dapat BBM bersubsidi," ungkap Nyoman Rinda. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.