Berita Bali
Pro dan Kontra Mengendarai Sepeda Listrik, Bagaimana Faktanya?
Akhir-akhir ini, fenomena anak di bawah umur menggunakan sepeda listrik dalam melakukan kegiatan sehari-hari sangat mudah ditemui.
Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Akhir-akhir ini, fenomena anak di bawah umur menggunakan sepeda listrik dalam melakukan kegiatan sehari-hari sangat mudah ditemui.
Sepeda Listrik adalah kendaraan tertentu yang memiliki roda 2 (dua) dilengkapi dengan peralatan mekanik berupa motor listrik.
Definisi tersebut menurut Peraturan Menteri Perhubungan RI No 45 Tahun 2020 tentang kendaraan tertentu dengan menggunakan penggerak motor listrik.
Di Denpasar, mudah ditemui anak dibawah umur mengendarai sepeda listrik dengan tidak dilengkapi helm dan alat keselamatan berkendara lainnya.
Dalam pasal 3 Permenhub Nomor 45 Tahun 2020 dijelaskan mengenai persyaratan keselamatan penggunaan sepeda listrik, salah satunya menggunakan sepeda listrik, seseorang juga harus menggunakan helm, berusia minimal 12 tahun, dan tidak diizinkan mengangkut penumpang (kecuali dilengkapi tempat duduk penumpang).
Selain itu, warga juga dilarang melakukan modifikasi daya motor yang dapat meningkatkan kecepatan.
Menanggapi hal ini, bagaimana sih pengaruh penjualan sepeda listrik di Denpasar?
Tribun Bali melakukan konfirmasi kepada salah seorang pemilik dealer sepeda listrik di Jalan Arjuna no 11 Denpasar yaitu Komang Kresna.
Komang Kresna telah berjualan sepeda listik hampir satu tahun dengan penjualan yang meningkat tiap bulannya.
Baca juga: Jembrana Bahas Ancaman Antraks, Buntut 3 Orang Meninggal Dampak Antraks Pada Sapi di Yogyakarta
Adapun merk sepeda yang dijual yakni merk Uwinfly dengan berbagai tipe. Yang terbaru, ada tipe R8S New dan R8P New yang memiliki kecepatan maksimal 45 km/jam & 50 km/jam. Cukup kencang bukan?
Kresna menyebutkan, ia menyediakan kendaraan listrik merek U-Winfly, dari jenis T3, T3 S, T3 Pro, selain itu ada N9 Pro, X6, T5, dan jenis sepeda listrik lainnya.
Setidaknya ia menyediakan 15 unit motor listrik dan 10 unit sepeda listrik di dealernya saat ini.
Unit-unit kendaraan listrik itu ia peroleh dari saudaranya yang mendapat suplai langsung dari Semarang.
"Untuk harga kisaran dari 4-5jt untuk sepeda listrik, nggak perlu ngisi BBM lagi, tinggal di charge lalu berangkat," ujar Komang, Selasa (12/9/2023).
Dealer milik Komang pun bisa di bilang tergolong lengkap, karena menyediakan jasa service dan sparepart dimana kustomer juga bisa memanggil ke rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Sepeda-Listrik-kendaraan-tertentu-yang-memiliki-roda-2-dua-dilengkapi-dengan-peralatan-mekanik.jpg)