Jalan Jebol di Tegallalang
Kronologi Jalan Jebol Cebok-Tegallalang, Suara Dentuman Sering Terdengar dari Bawah Tanah
Salah satu warga Desa Cebok Kedisan, Bapak Sama mengungkapkan kronologi jebolnya jalan penghubung antara Desa Kedisan dan Desa Tegallalang
Penulis: Ngurah Adi Kusuma | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Salah satu warga Desa Cebok Kedisan, Bapak Sama mengungkapkan kronologi jebolnya jalan penghubung antara Desa Kedisan dan Desa Tegallalang.
Menurut Bapak Sama, kejadian terjadi pada pukul 23.15 WITA namun sebelumnya, dirinya mengaku sudah mendengar adanya dentuman-dentuman kecil dari dalam tanah.
Dia menceritakan bahwa jauh sebelum jebolnya jalan penghubung, dirinya dan banyak warga sekitar mendengar seberi adanya suara tanah jatuh dari bawah.
Hal tersebut karena di bawah area persawahan ada sebuah gua yang dijadikan saluran air oleh warga sekitar.
Baca juga: Dinas PUPR Imbau Warga Tak Dekati Jalan Jebol Cebok-Kedisan Tegallalang, Rawan Longsor Susulan
Bapak Sama menjelaskan bahwa dirinya sempat melewati jalan tersebut pada pukul 22.00 WITA.
Dia bersama rekannya berjalan melewati jalan tersebut namun tak melihat dan merasakan adanya kejanggalan.
Namun mendekati pukul 23.00, dirinya mendengar seperti ada pasir dalam jumlah besar yang terjauh.
“Sekitar jam 11 malam, saya dengar ada yang jatuh seperti suara pasir yang berjatuhan,”
“Lantas pada jam 11.15, suara besar terdengar sehingga membuat banyak orang terbangun dan melihat lokasi kejadian,” ungkap Bapak Sama.
Baca juga: BREAKING NEWS! Kondisi Terkini Jebolnya Jalan Cebok-Kedisan Tegallalang, Akses ke Sekolah Terputus
Dia juga mengungkapkan bahwa tepat di bawah jalan ada saluran air, namun karena tertimbun tanah, sehingga air dialihkan ke jalur lain.
Sosok yang dikenal di masyarakat sebagai sosok yang ramah ini mengungkapkan bahwa dahulu, jalan yang yang jebol tersebut dinilai aman.
Namun semenjak terkikisnya tanah oleh air, maka daerah tersebut menjadi labil dan rawan longsor.
“Dahulu, jalan ini masih aman, bahkan bisa jalan kaki dari sini (lokasi jebol), ke seberang karena tanah yang masih stabil” ucap Pak Sama.
Usai kejadian tersebut, Pak Sama mengungkapkan masih ada longsoran kecil yang semakin mengikis badan jalan.
“setelah jebol, ada suara-suara lagi, beberapa tanah sudah jebol lagi terutama di dekat persawahan” tutup Pak Sama.
Hingga saat ini, pihak pengamanan dan masyarakat terus menghimbau untuk menjauh dari lokasi jebol karena kondisi tanah yang labil. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Jalan-Cebok-Kedisan-125.jpg)