Pembangunan Resort Bugbug
Prajuru Desa Adat Bugbug Karangasem Sebut Resort Detiga Neano Tak Langgar Kesakralan Pura
Prajuru Desa Adat Bugbug Karangasem mengatakan bahwa pembangunan Resort Detiga Neano tidak melanggar kesakralan Pura
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
"Saya tahu masyarakat Bugbug belum pernah sebringas atau sebrutal ini, mereka terprovokasi," sambung dia.
Padahal, ditambahkan Adi, berdirinya Resort Detiga Neano Bugbug memberikan keuntungan dan manfaat bagi masyarakat Desa Adat Bugbug.
"Dari sisi masyarakat, ada draft kontrak saya godog perjanjian itu, tenaga kerja lokal 75 persen diserap di sana bila banjar adat ada yang ingin bekerja dan tidak memiliki kompetiensi investor wajib beri pelatihan gratis melalui pihak ketiga dan investor mau," jelasnya.
Baca juga: Dinas PUPR Himbau Warga Tak Dekati Jalan Jebol Cebok-Kedisan Tegallalang, Rawan Longsor Susulan
"Permasalahannya di mana harga sudah jelas, nilai fantastis, nilai ini disumbangkan ke banjar-banjar adat, kemarin ada proses renovasi senilai Rp 1-1,5 Miliar, dipakai untuk pembangunan pura, berikan sumbangan ikatan warga Bugbug di Singaraja, Lombok, Surabaya Jakarta, Denpasar dan di Pancasari," pungkas Adi.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.