Pembangunan Resort Bugbug
Diduga Ada Upaya Provokasi ke Warga Bugbug: Sebut Taksu Hilang Jika Resort Dibangun
Adanya dugaan provokasi terhadap warga menyeruak mengiringi perjalanan kasus pengerusakan dan pembakaran Resort Detiga Neano
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Adanya dugaan provokasi terhadap warga menyeruak mengiringi perjalanan kasus pengerusakan dan pembakaran Resort Detiga Neano Bugbug Karangasem.
Dari 25 orang yang dilaporkan ke Polda Bali, sejauh ini terdapat 13 orang warga menjadi 'tumbal' ditetapkan sebagai tersangka dibalik tindakan anarkis tersebut.
Namun, justru oknumnyang dianggap aktor intelektual dibaliknya masih menghirup udara bebas.
Baca juga: 13 Warga Bugbug Tumbal Perlawanan Proyek Resort, Polda Bali Tetapkan 4 Tersangka Baru!
Sebagaimana diungkapkan Prajuru Desa Adat Bugbug Karangasem, I Nengah Yasa Adi Susanto bersama Penglingsir Jro Kanginan Desa Adat Bugbug, I Gede Ngurah, serta Kuasa Hukum PT. Starindo Bali Putu Suma Gita di Denpasar, pada Rabu 13 September 2023.
"Sebelum terjadinya tindak pidana pengerusakan pada 30 Agustus 2023 itu, bebebrapa kali ada pertemuan tim sembilan dan tokoh yang mengundang masyarakat banjar. Ada upaya provokasi dilakukan tokoh-tokoh tertentu terhadap masyarakat," ungkap Adi.
Provokasi Muncul saat adanya Pertemuan
Pria yang karib disapa Jro Ong itu mengungkapkan terjadi pertemuan di Pura Desa dilakukan sebanyak 2-3 kali di mana di situlah muncul provokasi pembangunan Resort Detiga Neano.

"Ada provokasi di Pura Dalem 21 Juni itu seminggu sebelum demo pertama yang mereka lakukan ke kantor Bupati menagatasnamakan kelompok GS," ujar dia.
Beberapa nada provokasi yang terlontar dari oknum tersebut adalah, mulai dari melanggar kesucian Pura, hilangnya taksu Bugbug karena Ida Bhatara akan pergi jika resort tersebut dibangun hingga menyebar kabar yang tidak valid bahwa pembangunan villa tersebut tidak berizin yang membuat masyarakat marah.
"Provokasi menyatakan bahwasannya apabila resort tersebut dibangun maka Bugbug kehilangan taksu, disebut Ida Bhatara akan berangkat pergi ke Siwa Loka, tidak ada Tuhan lagi, Perbekel juga jadir saat di Pura Dalem tersebut," bebernya.
"Disebut-sebut Villa yang dibangun tidak sah, tidak ada izin IMB. Pada pertemuan di Pura Dalam itu Mantan Kelian Desa Adat Bugbug pidato mengajak masyarakat di pura"
"Membuat kebulatan tekad agar hadir demo 27 Juni, ada upaya provokatif dilakukan, kemudian demo kedua 28 Juni dan puncaknya 30 Agustus pembakaran dan pengerusakan," jabarnya.
Legalitas Pembangunan Resort Sudah Jelas
Pada kesempatan yang sama, Penglingsir Jro Kanginan Desa Bugbug, I Gede Ngurah, mensinyalir adanya motif kepentingan dibalik rentetan peristiwa dengan membangkitkan amarah warga itu
Dikatakannya, dari sisi legalitas pembangunan resort tersebut sudah terang dan sosialisasi terhadap warga pun sudah dilakukan.
Serta sejatinya banyak dampak positif dengan dibangunnya resort tersebut untuk warga setempat.
"Kami menduga ada motif kepentingan di belakang gerakan ini, tapi biar pihak berwenang yang mengungkap melalui pengembangan kasus," ujarnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.