Berita Gianyar

Manager Tegaskan Monkey Forest Ubud Aman Dikunjungi Wisatawan

Pemerintah Australia dikabarkan mengeluarkan larangan pada warganya yang berlibur di Bali, untuk tidak mengunjungi objek wisata monyet.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN BALI/ Wayan Eri Gunarta
Seekor monyet saat beraktivitas di depan loby Monkey Forest Ubud, Kamis 14 Setptember 2023. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pemerintah Australia dikabarkan mengeluarkan larangan pada warganya yang berlibur di Bali, untuk tidak mengunjungi objek wisata monyet.

Hal tersebut terjadi pasca ditemukannya monyet terjangkit rabies di Bali. Lalu bagaimana pihak pengelola objek wisata monyet menyikapi?

Monkey Forest Ubud, yang berlokasi di Desa Padangtegal merupakan salah satu objek wisata monyet terbesar di Bali.

Dimana rata-rata kunjungan per harinya mencapai ribuan orang.

Seperti terlihat di tempat pembelian tiket masuk, Kamis 14 September 2023, jumlah wisatawan yang mengantrai masih sangat banyak.

Manager Konservasi Monkey Forest Ubud, I Wayan Buda mengatakan, pihaknya belum mengetahui adanya imbauan WN Australia untuk tidak mengunjungi objek wisata monyet di Bali.

Namun kata dia, sejauh ini kunjungan wisatawan ke Monkey Forest Ubud cenderung tinggi.

Per bulan ini saja, kata dia, rata-rata ada 5.000an wisatawan per hari.

Mereka didominasi oleh wisatawan mancanegara. 

Baca juga: Ardi Idrus : Di Atas Lapangan Meski Kawan Pemain Tim Lawan 100 Persen Adalah Musuh Untuk Ditaklukkan

Baca juga: Konsumsi BBM Irit, Suzuki New XL7 Hybrid Tangguh Disegala Medan Jalanan Bali


Buda mengatakan, monyet yang ada di Monkey Forest Ubud sangat dijaga kesehatannya.

"Di sini kita ada pengecekan rabies untuk monyet tiap tahun. Kalau ada monyet tinggkahnya aneh, pasti kita ambil. Kita cek ke laboratorium di Denpasar.  Kita ada kerjasama dengan Universitas Udayana. Saat ini monyet yang ada di sini semua sehat," ujar Buda.

Lanjut Buda, biasanya hasil dari laboratorium diketahui, kelakuan aneh monyet tersebut bukan diakibatkan terjangkit rabies.

Namun monyet tersebut stress karena kalah berebut pasangan, kalah berebut wilayah atau kalah berebut makanan.

"Biasanya paling sering karena kalah rebutan cewek. Karena populasi monyet kita saat ini dominan jantan. Total monyet kita saat ini 1.509 ekor," ujar Buda. 

Buda mengatakan, saat ini populasi monyet di Monkey Forest Ubud dikontrol menggunakan sistem sterilisasi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved