Berita Bali
Selain Aksi Bersih-Bersih, Sunset Clean Up Pantai Kuta Lakukan Edukasi Pentingnya Pemilahan Sampah
Selain Aksi Bersih-Bersih, Sunset Clean Up Pantai Kuta Juga Lakukan Edukasi Pentingnya Pemilahan Sampah
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sebagai program rencana aksi nasional yang dilakukan oleh tim koordinasi penanganan nasional penanganan sampah laut, dimana Kemenparekraf salah satu bagian dari tim itu menggelar kegiatan Sunset Clean Up di Pantai Kuta dan Pantai Jerman.
Direktur Tata Kelola Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Indra Ni Tua menyampaikan sampah plastik kalau lihat data secara nasional dalam satu tahun itu sekira 7 ton merupakan sampah plastik.
“Ada siklusnya dan kalau disini (pantai kuta) November-Februari sampah kiriman terjadi. Pada periode itu akan jadi masalah bagi wisatawan dan kita tangani dengan pengadaan alat berat melalui program ekonomi nasional,” ujar Deputi Indra Ni Tua pada Jumat 15 September 2023 disela kegiatan Sunset Clean Up Pantai Kuta berlangsung.
Tetapi apa yang telah dilakukan waktu itu perlu partisipasi aktif dari masyakarat dan stakeholder terkait seperti komunitas atau organisasi peduli sampah.
Kemenparekraf minggu lalu disampaikan Indra baru melakukan penandatangan kerja sama dengan GoTo untuk penanganan sampah plastik.
“Dengan target yang besar (penyelesaian penanganan sampah plastik) kalau peran serta aktif semuanya untuk penanganan sampah tidak dilakukan mengakibatkan daya tarik disini (pantai kuta) akan turun. Ini bebannya berat tapi kalau dipikul bersama mudah-mudahan akan dapat kita kejar targetnya,” imbuh Deputi Indra Ni Tua.
Sementara itu Direktur Bali Waste Cycle, Olivia Anastasia Padang menambahkan kegiatan sore ini diinisiasi oleh Kemenparekraf yang berkolaborasi dengan Bali Waste Cycle.
Dimana Bali Waste Cycle sebagai kolaborator dan di co organize oleh Yayasan Wastehub Alam Lestari dan disupport oleh 10 organisasi pendukung lainnya.
10 organisasi pendukung itu diantaranya Kolaborasi Bumi, Pepelingasih Bali, PCMI Bali, Teens Go Green, Trash Hero Kuta, Yellow Garden Community bersama SMPN 2 Abiansemal dan Sispala SMPN 3 Abiansemal, Tegal Dukuh, Dompet Dhuafa, The Climate Reality Project bersama Pramuka Bali, Senang Eco Services dan Social Project Bali.
Olivia menambahkan maksud dan tujuan dari kegiatan yang diadakan selama dua hari ini adalah bukan sekedar memungut sampah di pantai tetapi ada tiga hal komitmen kita.
Pertama komitmen kita dalam mewujudkan Bali yang bersih dan menjaga pariwisata Bali, kedua ingin menunjukkan detirminasi bahwa kita menolak polusi sampah di laut dan ketiga ingin menyampaikan pesan bahwa kita bertanggungjawab, peduli dan kita punya harapan dengan kegiatan ini menjadi baik.
Selain itu pihaknya juga mengedukasi pedagang-pedagang disini untuk pemilahan sampah.
“Disini kita mengedukasi pedagang sekitar untuk dapat memahami pentingnya pemilahan sampah dari sumber. Dan sampah-sampah yang terkumpul dari kegiatan Sunset Clean Up akan dipilah menjadi tiga yakni organik, non organik dan residu,” imbuh Olivia.
Total peserta teregistrasi dalam kegiatan sementara berjumlah 584 orang dari Bali Waste Cycle dan organisasi pendukung yang disebutkan diatas.
Bali Waste Cycle terdapat aspek waste edukasi, waste recycle dan waste recovery.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.