Serba serbi

Baik Buruknya Hari 16 September 2023 Menurut Kalender Bali, Tidak Baik Berbelanja, Boros

Sabtu 16 September 2023 merupakan Sabtu Kliwon wuku Krulut menurut kalender Bali.

Reviewed247 via Tribun Style
Ilustrasi belanja - Baik Buruknya Hari 16 September 2023 Menurut Kalender Bali, Tidak Baik Berbelanja, Boros 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sabtu 16 September 2023 merupakan Sabtu Kliwon wuku Krulut menurut kalender Bali.


Di mana menurut kepercayaan masyarakat Bali, setiap hari memiliki baik dan buruk atau ala ayuning dewasa.


Hal ini karena dipengaruhi oleh beberapa hal, termasuk kala saat hari tersebut.

Baca juga: Ini Jadwal Odalan Saat Minggu Kliwon Pujut di Pura yang Ada di Bali


Oleh karenanya, setiap akan melaksanakan kegiatan tertentu mulai dari yadnya dan segala jenis pembangunan perlu memperhatikan ala ayuning dewasa.


Karena dipercaya, jika melakukan sesuatu tanpa didasari oleh dewasa akan mengganggu kehidupan, terjadi hal yang buruk, atau bahkan ada yang percaya akan menjadi penyebab kematian.


Untuk Sabtu 16 September 2023, inilah ala ayuning dewasa menurut kalender Bali.

Baca juga: Minggu Kliwon Pujut, Baik Buruknya Hari Ini 27 Agustus 2023, Tidak Baik Membuat Peralatan dari Besi


Bojog Munggah, tidak baik untuk menanam padi, jagung. 


Geni Rawana, baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. 


Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam. 


Kala Dangastra, baik untuk membangun tembok pekarangan, membuat alat-alat penangkap ikan. 

Baca juga: Ini Jadwal Odalan Saat Minggu Kliwon Pujut di Pura yang Ada di Bali


Tidak baik untuk memulai pekerjaan penting, tidak baik melakukan upacara (gawe ayu). 


Kala Pati, baik untuk membuat jerat dan memasangnya, pembuat pengrusak. 


Tidak baik untuk semua upacara dan pekerjaan yang lainnya. 

Baca juga: Minggu Kliwon Pujut, Baik Buruknya Hari Ini 27 Agustus 2023, Tidak Baik Membuat Peralatan dari Besi


Kala Sarang, mengandung sifat boros/terapas. Tidak baik untuk berbelanja.


Kala Siyung, tidak baik, hari ini harus diwaspadai karena mengandung pengaruh buas. 


Kala Sudukan, tidak baik untuk memindahkan orang sakit, menunjukkan unsur perombakan. 


Purwanin Dina, tidak baik sebagai dewasa ayu. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved